Lama dalam Pengelolaan Singapura, FIR Langit Kepulauan Riau dan Natuna Kembali ke Indonesia

  • Bagikan
ILUSTRASI (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Bertahun-tahun informasi navigasi penerbangan (flight information region/FIR) langit Kepulauan Riau (Kepri) dan Natuna dikelola Singapura. Tapi, sekarang pengelolaan FIR tersebut sudah kembali ke Indonesia.

Kembalinya pengelolaan FIR di Kepri dan Natuna ke Indonesia itu dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) 109/2022 yang diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta kemarin (8/9). Jokowi mengatakan, kesepakatan di dalam perpres tersebut merupakan langkah maju atas pengakuan internasional terhadap ruang udara Indonesia.

“Ini menambahkan luas FIR Jakarta menjadi 249.575 km persegi,” katanya.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang turut mendampingi Jokowi mengatakan, berpuluh-puluh tahun persoalan FIR tersebut tidak terselesaikan. “Di bawah arahan Pak Presiden Joko Widodo, kami diminta menyelesaikan,” katanya.

Selain soal FIR, Luhut mengatakan bahwa Presiden Jokowi juga menugaskan membahas ekstradisi dan aturan Defence Operation Agreement dengan Singapura.

Dua urusan tersebut, kata Luhut, hampir selesai. Tinggal menunggu ratifikasi yang dilakukan DPR di Indonesia.

Pengamat penerbangan Alvin Lie mengungkapkan, keputusan soal FIR tersebut sebuah kemajuan yang perlu diapresiasi. Dengan demikian, pengelolaan udara di atas Kepri dan Natuna dilakukan personel AirNav yang ditempatkan di Singapura.

“Tapi, yang perlu dipahami, pengelolaan FIR itu tidak ada kaitannya dengan kedaulatan sebuah negara,” katanya.

Jadi, ketika FIR langit Kepri dan Natuna dikelola Singapura, kedaulatan dan hak ekonominya tetap berada di Indonesia. Termasuk, izin sebuah pesawat apakah bisa masuk atau tidak tetap ada di tangan Indonesia.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan