MUI Ikut Usut Penolakan Gereja di Ciligon, Husin Shihab: Mungkin Titisan Pemeluk Agama Radikalis

  • Bagikan
Ketua Cyber Indonesia Husin Alwi Shihab atau Husin Shihab.-Instagram/@husinshihab-

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Ketua Cyber Indonesia Husin Shihab menyemprot habis sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang turun tangan mengusut penolakan gereja di Cilegon.

"Mungkin pemuka agama terdahulunya memang titisan pemeluk agama radikalis yg rasul pun tdk mengajarkan hal tsb," ujar Husin Shihab dikutip dari unggahan twitternya, @HusinShihab (10/9/2022).

"Rasulullah sangat menghormati perbedaan terhadap pemeluk agama Yahudi dan Nasrani. Di mana pun rasul tinggal di situ ada Yahudi dan Nasrani dan rasul menghormati mrk," lanjutnya.

Cuitan mantan kader PSI itu merespons unggahan pegiat media sosial Yusuf Dumdum soal penolakan gereja di Cilegon.

“Yg mulia @MUIPusat, saya kasih tahu ya. Ini soal adanya keyakinan turun temurun warisan pemuka agama terdahulu. Bahwa di Cilegon memang gak boleh ada Gereja, apapun alasannya. Itu smacam wasiat yg gak boleh dilanggar sekalipun oleh negara. Ruwet!,” kata Yusuf Dumdum.

Diketahui sebelumnya, MUI Pusat turun tangan langsung terkait penolakan pendirian gereja di Cilegon, Banten. MUI tengah menyiapkan tim untuk turun ke lokasi.

"MUI pusat sedang menyiapkan tim untuk turun ke lapangan. Menurut info, di tingkat Provinsi Banten juga sedang melakukan rapat koordinasi di bawah Kemenag yang membahas soal ini," kata Ketua MUI Utang Ranuwijaya kepada wartawan, Jumat (9/9/2022).

Utang beralasan, kearifan lokal yang menjadi penyebab penolakan itu perlu dipertimbangkan. Menurutnya kearifan lokal yang terjaga akan membawa kerukunan dan kenyamanan antarumat bergama. (Muhsin/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan