Pengakuan Mengejutkan Bharada E Soal Kasus Brigadir J

  • Bagikan
Bharada Richard Eliezer saat mengikuti rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8). Foto: Ricardo

Bharada Richard Eliezer alias Bharada E baru baru ini jalani pemeriksaan atas kasus pembunuhan Brigadir j.

Bhaarada E diperiksa menggunakan alat uji kebohongan (lie detector) dan hasil tersebut dinyatan jujur dalam uji lie detector.

Dalam pemeriksaan menggunakan lie detector, Bharada E ditanyakan megenai peristiwa rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga yang merupakan TKP tewasnya Brigadir J.

Pengacara Bharada E Ronny Talapessy mengukapkan jika klienya ditanya mengenai siapa penembak Brigadir J.

Bharada E mengakui kalau dirinya yang menembak Brigadir J pertama dan dilanjutkan Ferdy Sambo.

“Salah satu poin krusial adalah siapa saja yang menembak (Brigadir) J. Klien saya menjawab ‘Saya pertama dan FS yang menembak terakhir’,” ungkap Ronny.

Diketahui Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencanavBrigadir J.

Selain  Ferdy Sambo ada empat tersangka lainya yakni Putri Candrawathi, Brigadir RR, Bharada E, dan Kuat Ma'ruf.

Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dan Bripka RR terancama pasal 340 subside pasal 338 juncto pasal 55 dan pasal 56 KUHP dengan hukuman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Sementara itu Bharada E dan Kuat Ma'ruf disangkakakn pasal 338 jncto pasal 55 dan pasal 56 KUHP.

Para tersangka pun telah menjalani rekonstruksi pada beberapa hari lalu. untuk memperagakan proses terjadinya pembunuhan atas Brigadir J.

Baru-baru ini para tersangka tengah menjalani pemeriksaan oleh Bareskrim Polri menggunakan Lie Detector atau tes kebohongan.(fin)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan