KontraS Sebut 27 Kasus Rekayasa Sepanjang 2019-2022, Praktisi Hukum: Harusnya Dijadikan Momentum untuk Melakukan Penguatan pada Polri

  • Bagikan
Praktisi Hukum Adyatma Abdullah

FAJAR.CO.ID - Praktisi Hukum Adyatma Abdullah menyoroti KontraS yang baru-baru ini muncul dengan menyatakan diduga terdapat 27 kasus rekayasa yang dilakukan di Polri. Kata dia, hal ini perlu menjadi perhatian serius bagi instansi terkait.

"Dalam hal ini Polri yang disebut namanya perlu mengklarifikasi dan malakukan eksaminasi atas beberapa kasus yang di sebutkan oleh KontraS tersebut, apakah hal yang diutarakan Kontras benar atau tidak," terang Adyatma kepada fajar.co.id (11/9/2022).

Pengacara yang juga konsultan Hukum itu, menganggap kalau dugaan tersebut benar maka Polri perlu segera mengambil langkah hukum dan tindakan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terkait atas kasus-kasus tersebut, dan sebaliknya kalau tidak benar bisa menepis dugaan yang sudah berkembang di masyarakat.

"Apalagi hal demikian muncul dengan mengaitkan kasus viral kematian brigadir J. sehingga institusi Polri yang sedang dalam sorotan oleh masyarakat mesti segera memberikan klarifikasi sehingga dapat mencegah makin menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap intitusi Polri itu sendiri," lanjutnya.

Lulusan UII Yogyakarta itu melihat, selain Polri, Lembaga seperti KOMNAS HAM juga mesti bersikap, memantau dan bahkan bisa melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan kebenaran berita tersebut. Karena  pemenuhan atas jaminan perlindungan, kepastian hukum yang adil, perlakuan yang sama di depan hukum, hak untuk tidak disiksa, hak untuk diperlakukan adil dalam penerapan dan penegakan hukum merupakan Hak Asasi Manusia yang di atur dalam pasal 28 UUD 1945.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan