164 Anak Panah hingga 38 Botol Miras Ditemukan di Markas Batalyon 120, Legislator PDI-P Makassar: Ini Membahayakan Warga Sekitar

  • Bagikan
Anggota DPRD Makassar, Alhidayat Samsu

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Legislator PDIP Makassar, Al Hidayat Samsu angkat bicara terkait Batalyon 120 yang saat ini viral.

Diketahui 48 pemuda Batalyon 120 telah ditangkap pada Minggu, (11/9/2022) kemarin. Meski di hari itu juga langsung dibebaskan.

Alat bukti yang diamankan di Markas Batalyon 120 diantaranya, 164 buah anak panah (busur), 4 parang, 1 senjata rakitan jenis Papporo, 3 ketapel, 38 botol minuman keras yang kosong dan 20 unit sepeda motor.

Menurutnya, siapapun warga kota Makassar yang ditemukan membawa benda tajam itu membahayakan kecuali mempunyai izin kepolisian dan lain sebagainya.

“Makanya kami mengembalikan ke pihak berwenang untuk menindaklanjuti. Mesti menjadi catatan pemerintah kota Makassar kedepannya untuk melakukan pencegahan, walaupun niatnya baik dalam konteks pengamanan. Tetapi dalam konteks ini membahayakan warga sekitar,” ujarnya Senin, (12/9/2022).

Meski demikian, dia mengaku masih mentolerir banyaknya alat tajam yang ditemukan. Karena penemuannya masih dalam sekret. Sehingga tidak perlulah dibubarkan. Kecuali jika dibawa keluar.

“Saya kira ini biasa saja, karena kedapatan benda tajam itu hanya di rumah bukan di luar tempat. Makanya menurut saya, benda tajam itu menjadi pertanyaan masyarakat seperti busur dan lain-lain sebagainya. Mungkin saja busur didapatkan dalam pengamanan dan menyita busur itu,” tambahnya.

Lebih jauh kata dia, Batalyon 120 yang dikukuhkan Wali Kota Makassar Danny Pomanto ini mesti dieprtahankan.

“Saya kira batalyon ini mesti dipertahankan karena Makassar ini adalah kota yang cenderung sedikit anarkis. Baik dari balap liar, begal, busur dan lainnya. Batalyon saya berharap dihadirkan pemerintah kota Makassar dan kepolisian kami berharap kedepannya hadir menjadi penengah masyarakat-masyarakat sekitarnya,” jelasnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan