Copot Suharso Monoarfa, PPP se-Sulsel Solid Dukung Muhammad Mardiono

  • Bagikan
Elite PPP

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- DPP PPP sedang bergejolak. Terjadi pergantian ketua umum (Ketum) dari Suharso Monoarfa ke Muhammad Mardiono.

Diketahui, usai dicopot di Mukernas kubu Suharso Monoarfa melakukan perlawanan. Mereka menganggap pengangkatan Muhammad Mardiono sebagai Plt Ketua Umum PPP ilegal karena melanggar AD/ART.

"Perlawanan itu kan sebelum dikeluarkan SK Kemenkumham. Itu kan sebelum keluar SK bikin pernyataan begitu. Setelah keluar belum ada pernyataan dari Pak Suharso," kata Wakil Umum Ketua DPP PPP Amir Uskara.

Anggota DPR RI asal Sulsel ini menyebut tidak ada celah lagi Suharso melakukan perlawanan. Terkait klaim melanggar AD/ART pun, kata dia, tidak akan bisa dibuktikan.

Pasalnya, AD/ART telah diubah saat Muktamar ke IX di Makassar 2020 lalu.

"Memang dianggaran memungkinkan, AD/ART pernah diubah. Hasil Muktamar Makassar memungkinkan ketua majelis menjadi Plt. Kita berkaca Pak Harso saat menjadi Plt. Jadi diubah saat itu," jelas Amir.

Amir menyebut penggantian ketua umum di PPP ini tidak melahirkan dualisme. Apalagi semua DPW kompak mendukung Mardiono.

"Insyaallah mudah-mudahan tidak (dualisme). Hampir seluruh jajaran menyatu. Tidak ada terbelah. Insyaallah tidak ada pengurus berada di pihak lain. Struktur kepengurusan juga tidak ada yang berubah. Cuma ketua umum yang berubah," ungkapnya.

DPW PPP Sulsel dibawah komando Imam Fauzan memberikan respon perihal dinamika yang terjadi di DPP. Ia menggaransi Sulsel tak akan dualisme.

"Kami di Sulsel, siapa yang disahkan oleh Kemenkumham berarti itu yang disahkan secara undang-undang. Jadi kami solid. Yang kami selalu pegang urusan DPP diselesaikan DPP dan tidak ada campur tangan DPW dan DPC," katanya pada Ahad (11/9/2022) kemarin.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan