Data Vaksin Luhut Panjaitan Dibocorkan Bjorka, LBH Jakarta: Kalau Itu Betul, Tidak Patuh Aturan, Jubir Kemenko Marinves Jelaskan Begini…

  • Bagikan
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (Hendra Eka/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Hacker Bjorka berulah membocorkan data vaksin Luhut Panjaitan yang disebutnya belum booster. LBH Jakarta mengatakan jika itu benar, berarti Luhut tak taat aturan dan ada diskriminasi.

Jika Bjorka benar soal data vaksin Luhut Panjaitan, maka menduga ada diskriminasi dalam pemberlakuan protokol kesehatan terhadap mereka yang punya kekuasaan.

Terlebih Luhut ini Ketua Kordinator PPKM Jawa-Bali yang membuat kebijakan masyarakat wajib vaksin booster sebagai syarat perjalanan, sementara Luhut belum vaksin booster dari data Bjorka.

“Kalau memang data itu betul, maka para pejabat publik itu tidak patuh pada aturan yang mereka buat sendiri dan lebih-lebih dalam upaya penanggulangan pandemi,” kata pengacara publik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Charlie Albajili dalam keterangannya, Senin (12/9/2022).

Padahal, pejabat publik membikin aturan tentang vaksinasi Covid-19 sebagai syarat dalam berbagai macam aktivitas masyarakat.

Baca Juga :

Bjorka Masuk Ranah Politik Praktis Indonesia, Pengamat Intelijen : Cuma Cari Eksistensi

Charlie menduga ada diskriminasi dalam pemberlakuan protokol kesehatan terhadap mereka yang punya kekuasaan.

“Terlihat hukum tidak berlaku sama bagi mereka yang punya kekuasaan,” ucap dia.

Terkait fenomena kebocoran data pribadi, Charlie menyinggung sikap abai dari pemerintah.

Menurutnya, pemerintah seolah lepas tanggung jawab dan tidak melakukan mitigasi sejak dini.

“Pemerintah abai dalam perlindungan data pribadi. Setidaknya terlihat pemerintah sibuk saling lepas tanggung jawab antar instansi, alih-alih melakukan mitigasi langsung,” beber Charlie.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan