Laporan Penipuan Rp9,8 Miliar, Jessica Iskandar: Saya Pengin Penegak Hukum di Indonesia Bisa Adil

  • Bagikan
Jessica Iskandar (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Jessica Iskandar sudah melaporkan kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dialaminya ke Polda Metro Jaya pada pertengahan Juni 2022. Jedar pun berharap laporan tersebut bisa segera ditindaklanjuti supaya ada kepastian hukum.

Jessica Iskandar berharap aparat penegak hukum bekerja secara profesional supaya hadir suasana keadilan bagi masyarakat khususnya terhadap mereka para pencari keadilan.

“Saya pengin penegak hukum di Indonesia bisa adil, bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Sehingga orang yang lapor seperti saya bisa didengar, bisa mendapat keadilan ketika kami berjuang untuk mendapat keadilan di negeri ini,” kata Jessida Iskandar di Mabes Polri, Senin (12/9).

Vincent Verhaag selaku suami Jedar juga menaruh harapan yang sama. Dia pun mempertanyakan kenapa laporan yang dibuat istrinya seperti jalan di tempat tidak ada perkembangan yang signifikan.

“Kalau terlapor Steffanus diduga telah memenuhi unsur-unsur yang kami laporkan, agar segera dilakukan upaya paksa,” katanya.

Sebelumnya, Jessica Iskandar-Vincent Verhaag mengaku telah menjadi korban kasus penipuan oleh rekan bisnisnya Christoper Steffanus Budianto alias Steven dalam hal kerja sama rental mobil. Ada 11 mobil yang diserahkan Jedar ke Steven yang kini tak diketahui keberadaanya. Jedar pun mengaku alami kerugian sebesar Rp 9,8 miliar.

Jessica Iskandar-Vincent lantas membawa permasalahan ini ke ranah hukum. Steffanus dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan Pasal 378 dan atau 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan pada 15 Juni 2022. Laporannya terdaftar dengan nomor perkara LP/B/2947/VI/2022/SPKT/P0LDA METRO JAYA. (jpg/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan