Panglima TNI Pengganti Jenderal Andika Perkasa, Fadli Zon: Saya Kira dari AL Baik

  • Bagikan
Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/9). Aristo/JPNN

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Fadli Zon menilai positif apabila matra Angkatan Laut bisa menempati posisi panglima TNI setelah Jenderal Andika Perkasa memasuki masa pensiun.

Sebab, kata dia, ada rotasi antarmatra di kepemimpinan TNI apabila pejabat di Angkatan Laut (AL) menempati posisi orang nomor satu di militer Indonesia.

"Saya kira dari AL baik juga, karena biar ada semacam pergiliran," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/9).

Wakil Ketua Umum Gerindra itu menganggap pejabat tinggi di AL sebenarnya pernah punya peluang menjadi panglima TNI, setelah Marsekal Hadi Tjahjanto dari Angkatan Udara (AU) pensiun.

Namun, kata Fadli, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Jenderal Andika Perkasa dari kesatuan Angkatan Darat menggantikan Hadi Tjahjanto.

"Kalau sekarang dari AL, saya kira bukan hal yang salah," ujar eks Wakil Ketua DPR RI itu.

Menurut Fadli, penunjukkan pejabat di AL sebagai panglima TNI bisa memperkuat internal militer di Indonesia. "Terutama, tadi dilihat visi ke depan memperkuat armada laut dan ancaman di Laut China Selatan," ujarnya.

Meski demikian, Fadli menyerahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menunjuk panglima TNI pengganti Andika, karena kepala negara menjadi pejabat yang memiliki hak prerogatif.

"Terserah kepada presiden yang punya hak prerogatif untuk menentukan, yang jelas secarq perundang-undangan mereka yang pernah jadi Kepala Staf," ujar Fadli.

Diketahui, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memasuki usia ke-58 atau masuk masa pensiun dari kedinasan di militer pada 21 Desember 2022. (jpnn/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan