Wali Kota Cilegon Tandatangani Petisi Tolak Pembangunan Gereja, Jubir Partai Garuda: Ini Negara Hukum, Bukan Negara Barbar

  • Bagikan
Waketum sekaligus Jubir Partai Garuda Teddy Gusnaidi.-Screenshot YouTube/tvOneNews-

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara (Jubir) Partai Garuda Teddy Gusnaidi kembali singgung Walikota Cilegon Helldy Agustian yang diketahui ikut menandatangani petisi tolak pembangunan Gereja di wilayah pemerintahannya.

“Ini Negara Kesatuan Republik Indonesia, negara yang lahir karena perbedaan. Negara yang berdasarkan hukum, bukan negara barbar yang dijalankan berdasarkan kebencian,” tegas Teddy melalui akun Twitter pribadinya, Senin (12/9/2022).

Kata Teddy, kalau Walikota menolak pembangunan rumah ibadah karena ada aturan yang belum dijalankan, itu wajar saja, karena walikota harus menegakkan aturan.

“Tapi kalau Walikota ikut menandatangani penolakan, ini yang tidak wajar, karena sudah bukan lagi urusan aturan, tapi urusan like dislike,” tutur Teddy.

Namun begitu, Teddy bilang, sekelas Walikota tentunya paham bahwa menolak pembangunan gereja tidak dibenarkan di negara Pancasila. Teddy yakin Helldy Agustian, tidak anti terhadap Pancasila.

“Alasan penolakan bisa saja berhubungan dengan urusan suara, urusan elektabilitas. Demi hal itu, akhirnya mengkhianati Konstitusi negara,” jelas Teddy.

Sebagai Walikota, lanjut Teddy, mestinya Helldy Agustian cukup mengingatkan bahwa untuk membuat rumah ibadah harus melalui mekanisme.

“Ingatkan juga bagi yang menolak, bahkan proses hukum jika ada yang menggunakan kekerasan untuk menghalangi pembangunan rumah ibadah,” ucap Teddy.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah orang yang menamakan diri Komite Penyelamat Kearifan Lokal Kota Cilegon menolak pembangunan rumah ibadah Gereja HKBP Maranatha di Lingkungan Cikuasa, Kelurahan Geram, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Banten, Rabu (7/9/2022).

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan