Bantah Pernyataan Yustinus Prastowo, Fadli Zon: Pemerintah Telah Gagal Berpihak pada Rakyat

  • Bagikan
Fadli Zon

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-Politisi Partai Gerindra Fadly Zon terlibat saling bantah argumen dengan Staf Khusus Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yustinus Prastowo.

Politisi yang mengklaim dirinya Juru Bicara rakyat ini bahkan menyebut pemerintah gagal berpihak pada rakyat.

“Selain gagal menjaga fundamental ekonomi, Pemerintah juga telah gagal berpihak pada rakyat yg baru kembali menggeliat sesudah dihantam pandemi,” tegas Fadly Zon melalui akun Twitter pribadinya, Selasa (13/9/2022).

Kegagalan fundamental ekonomi yang dimaksud Fadly Zon yakni rupiah yang terus merosot.

“Sebagai catatan, pada 2011 harga ICP pernah capai US$111,6/barel, asumsi APBN-nya hanya US$80. Tapi karena kurs kuat, hanya Rp9.144/USD, tidak ada kenaikan harga BBM,” jelas Fadly Zon.

Sebagai perbandingan, pada 2008 kata Fadly Zon, harga ICP juga melonjak hingga US$ 96,1, padahal asumsi APPN US$63.

“Tapi karena kurs hanya Rp9.161/USD, kenaikan harga BBM tidak sebesar sekarang. Tahun itu harga BBM bahkan kemudian diturunkan kembali hingga 2 kali,” tuturnya.

Bukan hanya itu, Fadly Zon juga membandingkan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan masa pemerintahan saat ini.

“Di masa @SBYudhoyono, inflasi memang tinggi, tetapi itu terjadi karena capaian pertumbuhan ekonominya juga tinggi. Jadi, rendahnya inflasi era @jokowi bukanlah hasil dari skenario dan desain pemerintah,” ungkapnya.

“Rendahnya inflasi jusrtru mengindikasikan bahwa pemerintah kesulitan dalam mengendalikan dan menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional. Rendahnya inflasi ini terjadi sejalan dengan turunnya angka pertumbuhan ekonomi di era @jokowi,” tambahnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan