DPR Ingatkan Waskita Tidak Bergantung dengan Negara, Said Didu: Konsekuensi Penugasan untuk Bangun Proyek Rugi

  • Bagikan
Said Didu

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Anggota DPR RI Kamrussamad mengingatkan BUMN Konstruksi PT Waskita Karya (Persero) untuk tidak selalu bergantung dengan Penyertaan Modal Negara (PMN).

Pasalnya kata dia, jika setiap krisis keuangan, PMN jadi solusinya maka itu akan sangat membebani APBN.

Alasan utama pengajuan PMN Waskita adalah ingin menuntaskan proyek jalan tol di Palembang-Betung serta Ciawi-Sukabumi.

Padahal, problem mendasar dari Waskita ini adalah krisis neraca keuangan di tubuh Waskita.

“Masing-masing BUMN Karya harus mampu kembali menyehatkan neracanya sendiri,” ujarnya,” tuturnya.

Pasalnya, di tahun 2021, Waskita sudah diberikan PMN sebesar Rp7,9 triliun. Hanya saja, dana PMN tersebut digunakan lebih banyak untuk kebutuhan operasional sebesar 64 persen, sementara modal kerja hanya 15 persen.

Menanggapi hal itu, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu menyebut hal itu sudah menjadi konsekuensi penugasan untuk bangun proyek rugi.

“Lha, itu kosekwensi penugasan utk bangun proyek rugi dari pemerintah,” ujarnya melalui akun twitternya, Selasa, (13/9/2022). (selfi/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan