Ribuan Mahasiswa Kepung Kantor DPRD Kaltim, Tuntut Anggota Dewan Bersikap Menolak Kenaikan Harga BBM

  • Bagikan
Suasana saat ribuan Mahasiswa di Samarinda menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM dengan mengepung gedung DPRD Kaltim pada Selasa (13/9) hingga malam ini. Foto : Arditya Abdul Aziz/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA - Ribuan Mahasiswa Samarinda yang tergabung di dalam Aliansi Masyarakat Kaltim Membara kembali menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada Selasa (13/9).

Aksi unjuk rasa kali ini berlangsung di depan Kantor DPRD Kaltim di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda.

Pantauan kaltim.jpnn.com, ribuan massa aksi mulai bergerak mengepung Kantor DPRD Kaltim sekitar pukul 15.50 WITA.

Ribuan massa yang berunjuk rasa ini sempat memblokade jalan sembari membakar ban. Dalam orasinya massa aksi menuntut anggota DPRD Kaltim untuk menemui mereka dan ikut serta dalam menolak kebijakan pemerintah pusat atas kenaikan harga BBM.

Massa aksi yang hingga malam ini memilih bertahan mengepung gedung DPRD Kaltim sempat terlibat gesekan dengan kepolisian yang menjaga jalannya unjuk rasa tersebut.

Mereka enggan membubarkan diri sebelum para wakil rakyat menemui dan menerima aspirasi mereka. Humas Korlap AMKM Sayid Ferhat menuturkan bahwa hari ini pihaknya akan memboikot anggota DPRD Kaltim untuk segera menurunkan harga kenaikan BBM.

"Kami masih berangkat dengan poin-poin yang sama yakni, tolak kenaikan BBM," ungkap Sayid Ferhat ditemui di sela aksi.

Selain itu, Sayid Ferhat meminta agar seluruh unsur pimpinan dan anggota DPRD Kaltim untuk segera turun dan menandatangi mereka dan ikut menolak kenaikan BBM.

"Hari ini kami mau lihat, kami mau mendengar ditengah situasi seperti ini kenapa pemerintah menaikan harga BBM. Seluruh masyarakat Kaltim tidak bersepakat dengan kenaikan ini," jelasnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan