Surat Terbuka untuk Helldy Agustian, Maarif Institute Sebut Toleransi Beragama di Cilegon hanya Omong Kosong

  • Bagikan
Wali Kota Cilegon Helldy Agustian (foto: Instagram)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Maarif Institute meluncurkan Surat Terbuka untuk Walikota Cilegon, Helldy Agustian dan Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta terkait penolakan rencana pendirian rumah ibadah di tanah milik Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Maranatha di Lingkungan Cikuasa, Kelurahan Geram, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Banten.

Pihaknya mengaku prihatin dengan sikap pejabat publik tersebut ikut menandatangani penolakan pendirian gereja di wilayah pemerintahannya.

"Apakah tidak sadar bahwa apa yang bapak berdua lakukan itu adalah pelanggaran serius terhadap konstitusi," tegas Abd Rohim Ghazali, Direktur Eksekutif Maarif Institute dalam surat terbuka dikutip dari laman Twitter resmi Maarif Institute, Selasa (13/9/2022).

Sebagaimana termaktub dalam pasal 29 ayat (2) UU RI yang menyatakan bahwa negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

Abd Rohim Ghazali menilai tindakan yang dilakukan walikota dan wakil walikota Cilegon selaku pejabat dan pelayan semua masyarakat tanpa terkecuali merupakan tindakan yang sengaja menghalang-halangi warga negara untuk beribadat menurut agama dan kepercayaan yang dianutnya.

"Menghalangi pendirian rumah ibadah sama artinya dengan menghalangi warga untuk beribadah," tegasnya.

Selain melanggar konstitusi, Walikota Cilegon, Helldy Agustian dan Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta juga dianggap melanggar Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Pasal 334 ayat (2) poin (g) mengenai asas penyelenggeraan pelayanan publik yakni persamaan perlakuan atau tidak diskriminatif.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan