Iptu Faizal Ngaku Salah, Psikolog UNM: Ekspresi Wajahnya Menunjukkan Dia dalam Tekanan

  • Bagikan
Iptu Faizal saat menyampaikan keterangan pers.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Iptu Faizal telah mengaku salah atas penggerebekan yang terjadi di markas Batalyon 120 Jl Korban 40.000 Jiwa yang dilakukannya bersama Tim Thunder Samapta Polda Sulsel, Minggu (11/9/2022) dini hari lalu.

Peristiwa itu mengakibatkan pencopotan jabatannya selaku Kanit Reskrim Polsek Tallo.

Dosen Psikologi dan Dekan Fakultas Psikologi UNM, Muh Daud, mengatakan, menilik gestur wajahnya saat konferensi pers pemusnahan barang serahan dari Batalyon 120 pada Selasa (13/9/2022) kemarin, menunjukkan Iptu Faizal dalam tekanan.

"Ekspresi muka sebagai bahasa tubuh dan ungkapan verbalnya menunjukkan kalau saudara Faizal berada dalam tekanan. Dia mengulangi kata. ltu kesalahan saya karena tidak berani menyampaikan kepada anggota bahwa belum ada unsur pidana," jelas Magister Psikologi Unpad Bandung itu kepada fajar.co.id, Rabu (14/9/2022).

Lanjut, dia katakan, kalau dibandingkan keterangan dia sebelumnya jelas sekali adanya tekanan dari atasannya sehingga terjadi perubahan informasi.

"Orang-orang yang ada di sekitar dia saat memberi keterangan adalah orang-orang sejawat yang ikut membuat Faizal merasa tertekan secara fisik dan psikologis. Karena merasa diperhatikan terus oleh orang-orang di sekitarnya dan menunggu kalimat apa yang keluar dari mulut Faizal," tambah Doktor Psikologi itu.

Menurutnya, keterangan Faizal sebelumnya bahwa dia dipanggil menghadap ke atasan menjadi penguat, dia dalam tekanan psikologis, sehingga harus minta maaf atas apa yang sudah dilakukan.

"Yang sebelumnya sudah dianggap benar karena berdasarkan laporan dan keluhan masyarakat," pungkasnya. (Muhsin/Fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan