Delapan Terduga Teroris Jaringan Anshor Daulah Ditangkap di Dumai

  • Bagikan
Ilustrasi: Personel Densus 88 Anti Teror membawa terduga teroris menuju mobil tahanan setibanya di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (18/3/2021). Sebanyak 22 tahanan kasus terorisme jaringan Jamaah Islamiyah (JI) dari Jawa Timur tiba di Bandara Soekarno Hatta dan selanjutnya dibawa ke Rutan Cikeas, Bogor, Jawa Barat. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak delapan terduga teroris kelompok Anshor Daulah ditangkap aparat Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri Komisaris Besar Polisi Aswin Siregar mengatakan penangkapan delapan teroris Anshor Daulah dilakukan Tim Densus 88 Antiteror di Dumai, Riau.

"Benar ada penangkapan," katanya, Kamis, 15 September 2022.

Dijelaskannya, penangkapan delapan terduga teroris berlangsung pada Rabu (14/9) di delapan lokasi di Kota Dumai, Riau.

Rentang waktu penangkapan dari pukul 07.05 sampai dengan 12.10 WIB.

Kedelapan terduga teroris yang ditangkap berinisial RP, JW, II, M, Z, MNS, ITZ, dan MA.

Mengenai keterlibatan para tersangka, Aswin menjelaskan tersangka RP merupakan Amir Anshor Daulah Dumai dan terhubung dalam grup telegram pengusaha lokal di bawah pimpinan Abu Yusha, Jawa Tengah.

"Tujuan grup tersebut membentuk struktur tanzim agar terealisasi jihad fisabilillah," katanya.

Aswin melanjutkan para tersangka melakukan survei Idad (pelatihan) di area perkebunan sawit Bagan Keladi, Dumai Barat.

Beberapa di antara para tersangka merupakan sisa kelompok Pak Ngah (meninggal dunia), pelaku teror penyerangan Markas Kepolisian Daerah Riau pada tahun 2018.

"Mereka melakukan Idad latihan ala militer sebanyak dua kali di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, pada awal tahun 2020," kata Aswin.

Sebelumnya, pada sekitar pertengahan Agustus 2022, ​​​​​​​Tim Densus 88 Antiteror Polri juga menangkap dua orang terduga teroris kelompok Anshor Daulah di Provinsi Jambi.

  • Bagikan