Dulu BLT Era SBY Dihina-hina, AHY: Sekarang BLT? Its Okay, Enggak Usah Malu-malu Juga

  • Bagikan
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyinggung pengunaan bantuan lansung tunai (BLT) yang digunakan rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menekan prekonomian akibat kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Menurut AHY, BLT era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat dihina, tetapi kini kembali digunakan.

“Dulu di hina-hina BLT kita, ‘apa itu BLT hanya untuk menghambur-hamburkan uang negara?’ dibilang kita tak punya cara lain. Padahal itu lah cara yang bijaksana untuk membantu rakyat miskin. Betul,” kata AHY dalam pidato pembukaan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Demokrat di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (15/9).

Meski demikian, AHY mengapresiasi sikap Pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang kembali mengunakan BLT untuk mengamankan prekonomian nasional akibat kenaikan BBM.

“Sekarang BLT? Its okay, sesuatu yang bagus kalau dilanjutkan kan enggak apa-apa, enggak usah malu-malu juga,” tegas AHY.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 24,17 triliun untuk tambahan bantuan sosial (bansos) imbas dari kenaikan harga BBM bersubsidi. Sasaran dari BLT BBM tersebut kepada 20,65 juta kelompok keluarga penerima manfaat.

Besaran BLT BBM yang diberikan senilai Rp 150.000 selama empat bulan dan dibayarkan dalam dua termin melalui Kantor Pos Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, BLT BBM sudah disalurkan ke 461 kabupaten dan kota di Tanah Air. Menurut Jokowi, proses penyaluran BLT ini sangat cepat.

  • Bagikan