Effendi Simbolon Mengaku Diintimidasi: Ancaman Nyawa

  • Bagikan
Effendi Simbolon. Foto: Ricardo/JPNN

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon mengaku menerima intimidasi setelah mengungkap isu disharmoni antara Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman.

Adapun, isu itu diungkapkan Effendi saat saat Komisi I menggelar rapat kerja dengan Menhan RI Prabowo Subianto bersama TNI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/9).

"Saya sayangkan adanya proses-proses lanjutan yang mengintimidasi begitu," kata legislator Fraksi PDI Perjuangan itu ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/9).

Namun, Effendi tidak memerinci intimidasi yang dimaksud. Dia mengaku mendapat bentuk ancaman pembunuhan terhadapnya dan keluarga. "Ancaman nyawa," katanya.

Selain ancaman, Effendi mengaku data pribadinya diungkap pihak tak bertanggung jawab seusai membongkar isu disharmoni.

Legislator Daerah Pemilihan III DKI Jakarta itu itu mengatakan alamat rumah dan nomor ponselnya disebar. "Mungkin teman-teman lihat sendiri viral-viral alamat rumah saya dikasih, kemudian ponsel saya 24 jam enggak berhenti-henti berdering," ujar Effendi.

Ia mengaku telah menganalisis pihak-pihak yang melakukan intimidasi. Baca Juga: Komentar Bermutu & Jitu dari Letkol Luluk soal Effendi Simbolon "Nanti pada waktunya saya buka," katanya. Soal kemungkinan menempuh jalur hukum, Effendi enggan berspekulasi. Dirinya merasa perkara intimidasi sudah berada di luar hukum. "Enggak jauh di atas hukum," kata dia. (jpnn)

  • Bagikan