Ingatkan Pam Swakarsa terkait Kasus Batalyon 120 di Makassar, Dosen Psikologi UNM: Jadi Batalyon Ini Bisa jadi Alat Teror

  • Bagikan
Dosen Psikologi UNM Basti Tetteng

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Kehadiran Batalyon 120 terus menuai pro dan kontra. Hal itu bermula dari penggerebekan Tim Thunder Polda Sulsel pada Minggu (12/9/2022) kemarin. Keberadaan Batalyon pun tidak sedikit yang menduga dimanfaatkan.

Dosen Psikologi UNM Basti Tetteng, mempertanyakan, benarkah Batalyon 120 dibuat untuk kepentingan kemashalatan masyarakat atau justru ada kepentingan lain di balik itu?.

"Kepentingan lain itu misalnya kalau ada suatu kegiatan yang dianggap  mengganggu pemerintah atau si pembuat Batalyon ini, maka Batalyon ini digerakkan melakukan teror. Jadi Batalyon ini bisa jadi alat teror, alat pembuat stigma negatif bagi siapapun pihak yang di anggap bersebrangan," ujarnya kepada fajar.co.id pada Kamis (15/9/2022).

Basti sedikit mengingat ke belakang, pengalaman masa lalu ada bukti seperti itu, seperti pembentukan Pam Swakarsa atau Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa di 1998. 

"Pam Swakarsa ini adalah sebutan untuk kelompok sipil bersenjata tajam yang dibentuk atau inisiasi oleh petinggi TNI untuk membendung aksi mahasiswa dan masyarakat yang ternyata berakhir dengan Tragedi Semanggi," bebernya.

Lebih dalam Basti menuturkan, kalau itu dibalik pembentukan Batalyon 120, maka itu berpotensi menciptakan konflik horisontal di masyaraka.

"Jadi untuk memastikan siapakah Batalyon 120, motif, aktor dan kegiatan-kegiatannya selama ini  harus di audit atau diinvestigasi  oleh  tim independen. Melibatkan tokoh masyarakat sipil, termasuk perlu perhatian kasus pemecatan oleh kapolrestabes Makassar ditangani Propam," pungkasnya.

  • Bagikan