Kontras Alasan Polda Sulsel dan Kapolrestabes Makasar Terkait Pencopotan Iptu Faizal sebagai Kanit Reskrim Polsek Tallo

  • Bagikan
Iptu Faizal saat menyampaikan keterangan pers.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana melalui Kabid Humas Kombes Pol Komang Suartana mengatakan pencopotan itu adalah penarikan layaknya mutasi biasa di kepolisian. Dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja kepolisian.

Ia menyebut, dalam situasi yang dialami Iptu Faizal, sama halnya demikian.

Kewenangan melakukan penarikan atau mutasi ada pada pimpinan polres berdasarkan penilaian objektif. Bukan semata-mata karena kontroversi penggerebekan Sekretariat Batalyon 120.

"Itu (keputusan penarikan anggota) kewenangan, kebijakan kapolres masing-
masing. Kalau merotasi dia bisa menarik anggotanya itu dibuatkan mutasi untuk mem-back up di polres. Namanya BKO (Bawah Kendali Operasi). BKO Polres," ujarnya di Lapangan Karebosi,Rabu, 14 Agustus.

Dia memastikan tidak ada dugaan pelanggaran atas penarikan Iptu Faizal ke Polrestabes Makassar. Justru dinilai dibutuhkan, makanya ditarik dari jabatannya.

"Faizal itu memiliki kemampuan lebih sehingga perlu ditarik ke Polres. Te-
tapi, pada saat penggerebekan itu dipelintir beritanya, jadi, ya, begitulah," jelasnya.

Meski begitu, pernyataan Polda Sulsel sedikit kontras dari alasan pencopotan yang
sebelumnya disampaikan Kapolrestabes Makassar.

Iptu Faizal dianggap bersalah karena lalai menjalankan tugasnya saat melakukan penggerebekan Sekretariat Batalyon 120 di Jalan Korban 40.000 Jiwa, Minggu lalu.

Kapolrestabes Makassar Kombes Budi Haryanto mengaku menyayangkan sikap Iptu Faizal tidak segera meluruskan penggerebekan yang sebenarnya, sehingga terjadi kesalahpahaman. Namun dia memuji sikap yang sudah tepat dari Iptu Faizal karena jujur mengaku salah.

  • Bagikan