Koordinator Formasi Sebut Teknologi Berbahaya, Ini yang Perlu Diketahui tentang Deepfake

  • Bagikan
Ilustrasi. (int)

FAJAR.CO.ID -- Perkembangan Teknologi yang pesat membuat manusia hampir gagap mengikutinya.

Koordinator Forum Keamanan Siber dan Informasi (Formasi) Gildas Deograt Lumy, membeberkan teknologi yang menurutnya berbahaya. Hal itu ia katakan saat diundang di podcast Deddy Corbuizer.

Dalam Video yang diunggah di Youtube Channel Deddy Corbuizer pada Rabu (14/9/2022) tersebut, Gildas bilang dengan teknologi deepfake sangat mudah memanipulasi sebuah video.

“Mudah membuat podcast ini warna suara saya tetap saya, dan hasilnya misalnya kita buat (podcast ini) seperti mendiskusikan rencana kejahatan tertentu,” jelas Gildass.

Menurut Gildas, hal ini mengerikan jika dimainkan pada pesta demokrasi pemilihan presiden kelak.

Apa Itu Deepfake?

Deepfake pertama kali muncul pada tahun 2017. Secara bahasa, deepfake bisa diartikan bagaimana membuat sesuatu yabg palsu dalam secaram mendalam atau detail. Deepfake dilakukan dengan cara menggabungkan gambar atau video original dengan gambar atau video yang ingin dimanipulasi.

Deepfake merupakan teknik rekayasa atau sintetis citra manusia menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Dengan hal itu, deepfake kerap disalahgunakan. Misalnya untuk membuat kampanye hitam pada tokoh tertentu.

Walaupun di Indonesia masih sangat jarang digunakan, di luar negeri teknologi ini sudah santer dipakai dan telah memakan banyak korban.

Paling sering, yakni artis perempuan. Penggunaan deep fake kepada mereka biasanya untuk yang bernuansa pornografi. Korbannya sudah banyak, Emma Watson, Katy Perry, Taylor Swift sampai Scarlett Johansson.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan