Sasar Hotel Hingga Indekos, Ketahuan Berbuat Terlarang, Pelajar, Mahasiswa, dan ASN Pasrah Ditangkap Polisi

  • Bagikan
ILUSTRASI. Penggerebekan Hotel

FAJAR.CO.ID, NTB -- Sebanyak sembilan orang terdiri atas pelajar, mahasiswa, dan aparatur sipil negara (ASN), ditangkap polisi karena diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

"Mereka kami tangkap tadi malam dari tiga lokasi berbeda," kata Kasatresnarkoba Polresta Mataram Komisaris Polisi I Made Yogi Purusa Utama di Mataram, Kamis.

Lokasi pertama, berada di salah satu kamar hotel di wilayah Pejarakan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

"Dari lokasi pertama, tiga pelaku kami tangkap," ujarnya.

Tiga pelaku tersebut, jelas dia, seorang mahasiswa berinisial FS, 25, bersama rekannya berinisial RSA, 20, dan seorang pelajar yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP), berinisial MY (14).

"Mereka kami tangkap saat akan melakukan transaksi sabu-sabu," ucap dia.

Ketiga pelaku ditangkap dengan barang bukti delapan poket sabu-sabu dalam kotak "handphone". Berat narkoba dalam bentuk serbuk kristal putih itu sedikitnya 3,8 gram.

"Dari interogasi, terungkap asal barang di wilayah Monjok," katanya.

Aksi penggerebekan menyasar ke salah satu indekos yang diduga kerap menjadi tempat transaksi narkoba. "Dari lokasi kedua, kami tangkap tiga orang," ujar dia.

Pertama, seorang ibu rumah tangga berinisial NH (35), pria berinisial WM (30), dan oknum ASN yang bekerja sebagai staf di DPRD NTB berinisial WM (40).

"Terungkap tiga orang pada lokasi kedua ini punya pertalian jaringan dengan pelajar dan mahasiswa TKP penangkapan pertama," kata Yogi.

Saat penggeledahan, polisi tidak menemukan barang bukti narkoba. Melainkan, sisa klip plastik paket sabu-sabu dan alat isap.

  • Bagikan