Soal Toleransi Beragama, Pendukung Ahok Minta Wali Kota Cilegon Tiru Bupati Luwu Utara

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Polemik pembangunan rumah ibadah Gereja HKBP Maranatha di Kota Cilegon, Banten makin mendapatkan sorotan.

Pasalnya Walikota Cilegon Helldy Agustian sampai saat ini belum memberikan izin pembangunan dari pihak setempat.

Pasalnya persyaratan adminstratif pembangunan rumah ibadah ini belum terpenuhi seperti yang tertera dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006.

Selain itu,terdapat kelompok yang menolak keras pembangunan gereja tersebut. Yang menamai dirinya Komite Penyelamat Kearifan Lokal Kota Cilegon.

Penolakan tersebut berdasarkan berlandaskan Surat Keputusan (SK) Bupati Kepala Daerah Tingkat II Serang Nomor 189/Huk/SK/1975 tertanggal 20 maret 1975 tentang penutupan gereja atau tempat jamaah bagi agama kristen dalam daerah Kabupaten Serang (sekarang Cilegon).

Tentunya masalah ini mendapatkan banyak perhatian dari masyarakat tak terkecuali salah satu pendukung Ahok yakni Jhon Sitorus.

Melalui tulisan di akun twitter pribadinya @Miduk17, dirinya menyarankan Walikota Cilogen untuk belajar langsung ke salah satu kepala pejabat daerah yakni Indah Putri Indrianri selaku Bupati Luwu Utara.

“Mungkin Walikota Cilegon bisa belajar langsung ke Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani,”tulis Jhon Sitorus ditwitter pribadinya Kamis (15/9).

“Bupati Indah bahkan melakukan sendiri pelatakan batu pertama pembangunan gereja tahun 2020 lalu,”lanjutnya.

Bukan hanya sampai situ, Jhon Sitorus juga menyebut Bupati Luwu Utara itu sampai menyumbangkan 100 zak semen menggunakan dana pribadinya.

  • Bagikan