Kehadiran Ombudsman Sulbar Bawa Harapan To Kasiasi

  • Bagikan

Banyaknya Mafia kekuasaan dan praktik Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) di bangsa ini dapat dilawan dan dinetralisir secara fundamental dengan kehadiran dan kerja sama Ombudsman sebagai sebuah lembaga negara yang berpihak pada To Kasiasi. Karakter Ombudsman yang selalu terbuka atas segala golongan masyarakat pada setiap aduan yang dirasa adanya praktik ketidakadilan dalam proses bermasyarakat dan berbangsa.

Sejak didirikan secara resmi pada tanggal 10 Maret 2000, Ombudsman yang dulunya disebut Komisi Ombudsman Nasional dalam penetapan Keputusan Presiden No 44 tahun 2000 pada masa pemerintahan KH Abdurrahman Wahid mendapat perhatian publik yang cukup besar. Presiden Gusdur menyebut bahwa saat ini lembaga pengawas tidak berjalan efektif, oleh sebab itu perlu dibentuk suatu lembaga pengawasan di mana masyarakat diikutsertakan.

Setelah Ombudsman dibentuk maka manfaat serta fungsi dasar dibentuknya lembaga tersebut langsung dirasakan publik. Hasil Lembaga Survei Indonesia (LSI) tahun 2020 menempatkan Ombudsman sebagai posisi kedua sebagai lembaga yang efektif melakukan pemberantasan korupsi, tentu ini adalah prestasi gemilang dimana masih menjamurnya praktik KKN di Negara Indonesia hingga hari ini.

Kehadiran Ombudsman tidak hanya berpusat di tingkat nasional tetapi juga sudah mulai mengepakkan sayapnya di tiap regional bangsa. Meski baru berumur sekitar 22 tahun, semangat Ombudsman dalam mengawal kebijakan publik di tiap daerah tumbuh subur. Ombudsman memang tidak terlalu populer bahkan ketika mendengar namanya publik mengira bahwa itu adalah nama seseorang atau sebuah perusahaan swasta tetapi manfaatnya begitu luas bagi masyarakat kecil.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan