Kehadiran Ombudsman Sulbar Bawa Harapan To Kasiasi

  • Bagikan

Kehadiran Ombudsman juga sampai di tanah Malaqbiq Sulawesi Barat. Sejak didirikan pada tanggal 21 Oktober 2013, Ombudsman RI Perwakilan Sulbar tercatat telah menerima sekitar 1.565 aduan masyarakat dari awal terbentuknya hingga sekarang. Mayoritas aduan yang diterima Ombudsman Sulbar adalah yang berkenaan dengan polemik yang terjadi di desa seperti konflik pengawasan kebijakan publik antar masyarakat kecil.

Di awal tahun berdirinya, Ombudsman Sulbar menerima sekitar 200 aduan masyarakat secara resmi tiap tahunnya, meski baru terbentuk tetapi harapan masyarakat kepada Ombudsman Sulbar langsung meningkat tajam, apatah lagi mayoritas kasus yang dilaporkan selalu menemui solusi dan titik terang sehingga manfaat dan tujuan didirikannya Ombudsman di Sulbar langsung dirasakan publik, kepercayaan publik terhadap kinerja Ombudsman Sulbar pun tak bisa dinafikkan.

Dalam proses kelahirannya, Ombudsman Sulbar menangani kasus pertamanya tentang Pengawalan Bantuan Siswa Miskin yang menyebabkan Kepala Sekolah dan Wakilnya harus dimutasi Bupati Polman karena terbukti menyalahgunakan wewenang dan pengalihfungsian bantuan siswa miskin. Maka seiring berjalannya waktu, Ombudsman Sulbar pun menangani berbagai kasus seperti Penyalahgunaan Wewenang, Penyimpangan Prosedur, Penundaan Berlarut Kepentingan Masyarakat, Permintaan Uang dan Barang, Pungutan Liar (Pungli), dan Melalaikan Kewajiban. Beberapa kasus pelanggaran Administrasi di antaranya yang melibatkan Polres Polman, Kemenag Sulbar, Badan Pertanahan Nasional Mamuju, Rumah Sakit Sulbar, Badan Kepegawaian Daerah Sulbar, Pelabuhan Penyeberangan Mamuju, SMK Tinambung, PLN Mamuju, Polemik Paskibraka Nasional Sulbar serta kasus Jenazah ditandu 13 km di Mamuju. Ombudsman Sulbar juga tercatat Membentuk Tim Awasi Pungli Sekolah di Mamuju dan masih banyak kasus lainnya, dalam catatannya Ombudsman Sulbar telah menerima sekitar 1565 kasus sejak didirikannya pada tahun 2013.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan