Passobis atau Social Enginering, Modus Penipuan di Dunia Maya dengan Memanipulasi Psikologi Korban

  • Bagikan
Ilustrasi Passobis. (pixabay)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Di Sulawesi Selatan (Sulsel) terkhusus di Kabupaten Sidrap, sangat akbrab di telinga masyarakat istilah passobis. Dalam ilmu teknologi informasi (IT), hal ini disebut dengan social engineering atau rekayasa sosial.

Social engineering adalah tindakan memanipulasi seseorang dengan memanfaatkan kesalahan mereka untuk memberikan data atau informasi yang bersifat rahasia. Dalam menjalankan aksinya, pelaku kejahatan human hacking biasanya menyamar sebagai pihak yang berwenang, sehingga korban mau memberikan data berharganya kepada pelaku.

“Mereka pelaku merekayasa pikiran calon korban, tujuannya agar target bisa mengikuti apa yang pelaku itu mau,” jelas Dosen Kemanan Data dan Informasi UIN Alauddin Makassar, Zulkarnaim Masyhur kepada fajar, Jumat (16/9/2022).

Pengajar yang menyelesaikan studi strata 2 nya di Insitut Teknologi Bandung ini memaparkan, biasanya para pelaku melakukan aksinya melalui telepon.

“Modus operandi yang paling sering itu, biasanya mereka menelpon tengah malam. Tiba-tiba ada anak-anak menangis, lalu mengaku anak korban terlibat narkoba.”

“Intinya mereka memainkan kondisi psikologis korban,” papar pria yang akrab disapa Zulkarnaim ini.

Ketika cara itu dijalankan, kata Zulkarnaim, menelpon tengah malam lalu mengabarkan kabar duka, korban akan kaget. Korban tidak ada kepikiran lagi untuk mengecek kebenarannya, akhirnya mereka ada di bawah kendali pelaku.

Bukan hanya itu, selain modus mengabarkan duka lalu mengaku sebagai pihak yang berwenang, pelaku juga kerap mengabarkan kabar gembira bagi calon korban.

  • Bagikan