Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Kabulkan Pernikahan Beda Agama, Bagaimana Aturannya di Indonesia?

  • Bagikan
Ilustrasi Pernikahan. (int)

FAJAR.CO.ID -- Pengadilan Negeri Jakarta Selatan baru-baru mengabulkan permintaan pernikahan dari dua agama berbeda yakni Islam dan Kristen.

D beragama Kristen dan kekasihnya J beragama Islam mendaftarkan pernikahannya ke Pengadilan Negeri.

Akta perkawinan pasangan ini diterbitkan oleh Kantor Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan atas perintah hakim.

Namun, permohonan pengesahan perkawinan beda agama ternyata ditolak oleh hakim. Artinya hanya pendaftaran pernikahan ke pengadilan saja yang dikabulkan.

Keduanya kemudian mendapatkan izin untuk mendaftarkan pernikahan dengan beban perkara sebesar Rp210.000.

Pernikahan kemudian dilakukan dengan tata cara Kristen di Gereja Kristen Nusantara di Jl. Cempaka Putri Barat XXI, No. 34, Jakarta Pusat. Gereja telah menerbitkan sertifikat piagam pernikahan untuk kasus ini.

Keduanya diketahui telah menjalin hubungan selama sembilan tahun. D dan J mengajukan ke pengadilan yakni Pasal 35 huruf a UU no. 23 tahun 2006 tentang Perkawinan yang ditetapkan oleh Pengadilan.

Kejadian ini kemudian mendapatkan beragam tanggapan. Lalu, bagaimana sebenarnya aturan di Indonesia mengenai nikah beda agama?

Hal ini telah diatur dalam UU No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan.

Pasal 1 memuat tentang perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagian dan kekal berdasarkan ketentuan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Pasal 2 memuat dua poin yakni.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan