Sebut Penghapusan Listrik 450 VA dan Pembagian Kompor Seribu Watt Kebijakan Ngawur, Dandhy Laksono Singgung Oligarki Batubara

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Aktivis Dandhy Laksono menyoroti kebijakan baru PLN soal penghapusan daya listrik 450 VA (Volt Amphere).

Jurnalis senior itu mengatakan PLN menaikkan daya listrik dengan alasan terjadi kenaikan daya dari pembangkit swasta ke PLN. Dia juga menyoroti rencana pembagian kompor listrik 1.000 watt.

"Bayar listrik di tengah kenaikan harga sudah berat, kini ditambah kompor 1.000 watt?," ujar Dandhy Laksono dikutip dari unggahan twitternya, @Dandhy_Laksono (16/9/2022).

Menurutnya, karena ini tentang oligarki batubara dan over suply PLN yang dihisap kontrak "take or pay", apapun dilakukan meskipun korbannya lagi-lagi rakyat menengah ke bawah.

"Maka kebijakan ngawur pun akan dilakukan," tandasnya.

Kabarnya, sebagai pengganti elpiji 3 kilogram, pemerintah bakal membagikan satu unit kompor listrik induksi dengan dua tungku masak yang masing-masing berdaya 1.000 watt.

Pemerintah akan menarik peredaran elpiji 3 kilogram (kg) dan membagikan paket kompor listrik induksi secara bertahap.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bakal membagikan paket kompor listrik induksi secara gratis kepada masyarakat di beberapa daerah.

Nantinya, masyarakat bakal mendapatkan satu unit kompor listrik induksi dengan dua tungku masak yang masing-masing berdaya 1.000 watt. Selain itu, ada dua unit perabotan pelengkap yakni panci dan wajan yang disertai modul Internet of Things atau IoT untuk menyimpan data konsumsi energi listrik.

Kompor tersebut juga dilengkapi dengan media komunikasi data. Di dalam paket juga termasuk penggantian pembatas daya untuk penggunaan kompor induksi dan pemasangan tambahan instalasi pemanfaatan tenaga listrik. (Muhsin/fajar)

  • Bagikan