Soroti Penegakan Hukum, AHY: Tajam ke Lawan, Tumpul ke Kawan

  • Bagikan
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam pidato sambutan pada acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (15/9). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY menyoroti informasi soal skandal di kalangan penegak hukum.

Dia pun memastikan saat ini rakyat tengah mengawasi jalannya penegakan hukum. Termasuk mengawasi perilaku para penegak hukum di negeri ini.

“Rakyat sedang mengawasi jalannya penegakan hukum di negeri ini, juga mengawasi perilaku para penegak hukum kita," kata AHY dalam Pidato Kebangsaan pada Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat di Jakarta Convention Centre (JCC), Jumat (16/9).

Putra sulung Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mengatakan, bahwa akhir-akhir ini ruang publik baik di media sosial maupun media massa sesak oleh berita skandal di kalangan penegak hukum dan aparat negara.

Menurut dia, selama ini rakyat diam dan merasa ketakutan dengan proses hukum yang berjalan. Sebab, ujar AHY, hukum saat ini terkesan tajam ke bawah dan tumpul ke atas. "Tajam ke lawan, tumpul ke kawan," tegas AHY.

Dalam kesempatan itu, AHY juga menyatakan bahwa obstruction of justice atau menghalangi penegakan hukum, serta abuse of power atau penyalahgunaan kekuasaan, tidak seharusnya terjadi di negeri ini.

"Keduanya tidak sepatutnya terjadi di negara kita, tetapi rakyat masih memiliki harapan kepada Tuhannya. Tuhan tidak pernah tidur," ungkap AHY.

Dia bahkan mengutip pepatah Jawa untuk menjelaskan hal tersebut.
"Sebagai bangsa yang memegang nilai-nilai ketuhanan, rakyat percaya: becik ketitik, olo ketoro. Perbuatan baik akan selalu dikenali, perbuatan buruk nantinya akan diketahui juga," sambungnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan