Wacana Presiden Maju Wapres, Prof Jimly Asshiddiqie Kritik Jubir MK yang Keluarkan Pernyataan Kontroversial

  • Bagikan
Jimly Asshiddiqie. (Hendra Eka/Jawa Pos)

Jimly meminta semua pihak tidak menjadikannya sebagai rujukan. ”Statement humas MK bukan putusan resmi MK. Staf pengadilan dilarang bicara substansi,” terangnya.

Sebelumnya Jubir MK Fajar Laksono sempat berbicara soal aturan presiden dua periode maju sebagai Wapres. Dia berpendapat, itu bisa saja terjadi karena tidak ada aturan tegas yang melarang. Hanya tidak patut dari sisi etika.

Sementara itu, melalui keterangan tertulis, MK memberikan klarifikasi atas pernyataan Fajar. Dalam penjelasannya, MK menyebutkan bahwa pendapat itu bersifat pribadi.

”Pernyataan mengenai isu dimaksud bukan merupakan pernyataan resmi dan tidak berkaitan dengan pelaksanaan kewenangan Mahkamah Konstitusi,” bunyi keterangan yang dikeluarkan humas MK.

Pernyataan itu juga tidak disampaikan dalam konferensi pers, forum resmi, atau doorstop khusus isu tersebut. Tapi melalui pembicaraan WhatsApp. Sebagai akademisi, Fajar Laksono membuka diskusi untuk membahas berbagai persoalan atau isu.

”Pada saat menjawab chat WA dimaksud, tidak terlalu diperhatikan bahwa jawaban tersebut dimaksudkan untuk tujuan pemberitaan. Sehingga jawaban disampaikan secara spontan,” lanjut keterangan itu.

Terpisah, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah M. Din Syamsuddin mengatakan, pernyataan jubir MK bahwa Presiden Jokowi boleh mencalonkan diri sebagai wakil presiden pada Pemilu 2024 mencerminkan sikap MK yang tendensius dan potensial dianggap melanggar konstitusi. Menurut dia, pernyataan itu tidak bisa tidak dianggap sebagai pernyataan lembaga MK.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan