3 Hari Terakhir Rentetan Begal di Makassar Resahkan Warga

  • Bagikan
Ilustrasi. (int)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Meski pun Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto atau lebih karib disapa Danny Pomanto, menyebut bahwa kriminalitas jalanan telah menurun drastis sejak kehadiran Batalyon 120, tetapi Makassar tampaknya belum pas disebut aman.

Tercatat, dalam 3 hari terakhir dari 14 sampai 17 September pelaku begal terus melakukan aksinya di malam hari. Tepat sehari setelah orang nomor satu di Makassar itu memuji-muji Batalyon 120 karena menurutnya telah menurunkan angka kriminalitas.

Hari pertama (14/9/2022) di Jalan Ir Sutami, total langsung 3 pembegalan dalam rentetan waktu tidak berbeda jauh. Hari kedua di Sudiang, penjual nasi kuning (15/9/2022).

Semalam tadi (16/9/2022) di Kapasa. Semuanya pembegalan dengan menggunakan sajam berupa busur dan semacamnya.

"Saya yang korban sama bapak. Dari Bulorokeng jalan pulang dari kampung. Di Jalan Ir Sutami saya melanggar, saya lewatimi lorong Salodong, kan teruski itu. Ada lorong Salodong, masuk Untia. Masih jalannga itu terus, jadi ada tanah kosong, di situ mi berpapasan sama begal," terang Heri salah satu korban begal di Jalan Ir Sutami kepada fajar.co.id (17/9/2022).

Menurut pengakuannya, kejadian pembegalan itu sekitar pukul 02.00 Rabu (14/9/2022). Di tempat lain, yang tidak jauh dari TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan waktu yang tidak berselang lama terjadi juga aksi pembegalan. Kuat dugaan pelaku masih orang yang sama.

"Bapak yang luka, saya alhamdulillah sehat. Bapak selamatkan motor, kan 9 orang itu, bonceng 3. Jadi bapak naselamatkan motor, mau naambil itu motor jadi 4 orang yang menyerang bapak, saya lima," lanjutnya.

  • Bagikan