Dapat Perlakuan Rasis dari Pedro Bravo, Begini Respons Vinicius Junior

  • Bagikan
Vinicius Junior.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Kasus rasisme kembali terulang di sepakbola Eropa. Kali ini korbannya ialah bomber muda Real Madrid, Vinicius Junior.

Pemain andalan El Real ini menjadi target rasisme orang-orang dikarenakan sering berakselerasi di lapangan ketika berhasil mencetak gol.

Kali ini dirinya mendapat perlakuan dari orang yang lebih berkuasa. Dia mendapat perkataan berbau rasisme dari Presiden Asosiasi Agen Sepakbola, Pedro Bravo.

Agen asal Spanyol tersebut mengatakan Vinicius menari seperti binatang. Belakangan, Bravo meminta maaf atas perkataannya itu.

"Jika Anda ingin menari samba, Anda pergi ke sambódromo, di sini (Spanyol) yang harus Anda lakukan adalah berhenti bertingkah seperti monyet,” ujar Bravo dikutip dari Daily Mail, Sabtu (17/9/2022).

Permasalahan rasis adalah problem serius dalam sepakbola. Meski sudah meminta maaf dan mengklarifikasi ucapannya, perkataan Bravo tentu saja menyakiti banyak pihak, tak terkecuali Vinicius sendiri.

Sang pemain sendiri, Vinicius akhirnya angkat bicara mengenai kritik dan hinaan yang disematkan kepadanya.

"Selama warna kulit lebih penting daripada kecerahan mata, akan ada perang. Saya memiliki tato kalimat itu di tubuh saya. Saya memiliki pemikiran itu secara permanen di kepala saya. Itulah sikap dan filosofi yang saya coba terapkan dalam hidup saya,” ujar Vinicius, dilansir dari Diario AS, Sabtu (17/9/2022).

“Mereka mengatakan bahwa kebahagiaan mengganggu. Kebahagiaan seorang Brasil kulit hitam yang menang di Eropa jauh lebih mengganggu. Tapi keinginan saya untuk menang, senyum saya dan kilau di mata saya jauh lebih besar dari itu. Anda bahkan tidak bisa membayangkannya. Saya adalah korban xenophobia dan rasisme dalam satu pernyataan. Tapi semua itu tidak dimulai kemarin,”lanjutnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan