Polisi Tak Tahan Pemuda MAH yang Bantu Hacker Bjorka, Ini Penjelasan Irjen Dedi

  • Bagikan
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. ANTARA/HO-Polri

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Pemuda asal Madiun, Jawa Timur, yang ditangkap kepolisian diduga sebagai anggota kelompok Bjorka tak dilakukan penahanan.

Alasan pemuda inisail MAH (21) tak dilakukan penehanan karena yang bersangkuta sangat kooperatif saat dilakukan pemeriksaan.

“Tak ditahan (karena) kooperatif. Itu info dari Timsus,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dihubungi, Sabtu (17/09/2022).

Pemuda insia MAH yang telah ditetapkan tersangka itu hanya dikenakan wajib lapor. Kendati demikian, penyidik terus mengembangkan dan menyelidiki Hacker Bjorka.

“Tersangka ini hanya wajib lapor. Tapi kasus terus dikembangkan,” ujarnya.

Sebelumnya Mabes Polri telah menetapkan tersangka MAH, pemuda asal Madiun Jawa Timur yang awalnya disebut sebagai sosok Hacker Bjorka.

Dari hasil pendalaman, MAH ditetapkan tersangka karena terbukti membantu Hacker Bjorka.

Tersangka MAH (21) juga berperan sebagai penyedia kanal Telegram bernama Bjorkanism. Atas ulahnya itu MAH diberikan uang usai mengunggah cuitan Bjorka.

Adapun motifnya membantu Bjorka agar dapat terkenal dan mendapatkan uang,” kata Juru Bicara Divhumas Polri, Kombes Ade Yaya Suryana di Mabes Polri, Jumat (16/9/2022).

Pengakuan MAH, ia mengunggah ulang cuitan Bjorka di akun telegram baru tiga kali. Unggahan pertama dilakukan MAH pada 8 September 2022. Ia menulis “Stop Being Idiot”.

Kemudian unggahan kedua di akun telegram Bjorkanism dilakukannya pada 9 September, yaitu the next leaks will come from the President of Indonesia.

“Unggahan ketiga pada 10 September, ia mengunggah to support people who are struggiling by holding demonstration in Indonesia regarding the price fuel oil. I will publish MyPertamina database soon,” ujar Ade.(pojoksatu/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan