Temukan 426 Pinjol Berkedok Koperasi, Satgas Waspada Investasi Sarankan Ini untuk Masyarakat

  • Bagikan
Ilustrasi: Pinjol ilegal membuat resah masyarakat. (P-Arasteh)

FAJAR.CO.ID -- Sejak 2018, Satgas Waspada Investasi (SWI) telah memblokir 4.160 aplikasi pinjaman online (pinjol) ilegal. Khusus periode Januari sampai Agustus 2022, ada 426 pinjol ilegal yang berkedok koperasi. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop-UKM) pun berkomitmen menertibkan koperasi simpan pinjam (KSP) fiktif itu.

Ketua SWI Tongam Lumban Tobing mengakui, selama patroli siber, ditemukan sejumlah aplikasi milik KSP. Namun, pihaknya tak langsung menilai aplikasi tersebut menjalankan bisnis pinjol ilegal. Harus ada verifikasi terlebih dahulu mengingat KSP hanya diperbolehkan menyalurkan pinjaman kepada anggota.

"Kalau KSP menawarkan pinjaman bukan ke anggotanya atau di luar calon anggota, kami pastikan itu ilegal,” kata Tongam kemarin, Sabtu (17/9/2022).

Sayang, beberapa KSP yang menjalankan bisnis pinjol ilegal malah yang berizin badan hukum yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan HAM. Pihaknya melarang keras masyarakat untuk mengakses layanan pinjol ilegal. Sebab, itu akan berdampak besar terhadap kerugian ekonomi akibat pengenaan bunga yang tinggi.

Dalam 10 tahun terakhir, nilai kerugian masyarakat mencapai Rp117,5 triliun. "Kerugian yang nyata di masyarakat adalah bunganya tinggi, fee tinggi, denda tinggi, jangka waktu sangat rendah,” bebernya.

Selain itu, lanjut dia, pinjol ilegal bakal mendatangkan kerugian imateriil. Yakni, intimidasi, teror, hingga pencurian data pribadi yang membuat nasabah trauma.

Sementara itu, Pengawas Koperasi Ahli Madya Deputi Bidang Perkoperasian Kemenkop-UKM Masyrifah menjelaskan, terdapat sembilan KSP yang masuk daftar pinjol ilegal berizin AHU.

  • Bagikan