Temukan 426 Pinjol Berkedok Koperasi, Satgas Waspada Investasi Sarankan Ini untuk Masyarakat

  • Bagikan
Ilustrasi: Pinjol ilegal membuat resah masyarakat. (P-Arasteh)

Setelah dilakukan verifikasi, nyatanya terbukti fiktif. Yakni, KSP Harpendiknas Tangerang, KSP Sukses Inti Terdepan Indonesia, KSP Sumber Utomo Karimun Abadi, KSP Bintang Sejahtera Nusantara, dan KSP Dana Senja. Ada pula KSP Orion Terapan Ergonomis, KSP Usaha Orion Era Dinamis, KSP Pulau Bidadari Indonesia, serta KSP Indocitra Sejahtera.

Dia menegaskan bakal mencabut izin sembilan KSP tersebut. ”Saya sendiri yang datang ke enam dari sembilan KSP itu. Keberadaan koperasinya saya cari di lapangan tidak ada,” ujar Masyrifah.

Saat mendatangi kantor beberapa KSP tersebut, Masyrifah hanya menemukan sebuah ruangan yang disewa per jam. Bahkan, saat narahubung yang diduga sebagai pengurus KSP dihubungi, mereka justru mengelak.

Ke depan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkum HAM jika ada lembaga koperasi simpan pinjam yang meminta perizinan. ”Biar kami lakukan identifikasi,” tegasnya.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kinerja fintech peer-to-peer (P2P) lending mencatatkan pertumbuhan pada Juli 2022. Nilai outstanding pembiayaan tumbuh 88,8 persen YoY. Meningkat Rp1,14 triliun menjadi Rp46 triliun.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menegaskan bakal terus mengawasi perilaku fintech. Tujuannya, memastikan agar platform keuangan digital tercatat, terdaftar, dan berizin OJK. Juga, tidak terafiliasi dan dimanfaatkan untuk kegiatan ilegal di sektor jasa keuangan.

"Agar upaya ini semakin efektif, OJK membangun kolaborasi dengan berbagai asosiasi fintech untuk mendisiplinkan anggotanya sehingga kegiatan usahanya sesuai dengan code of conduct yang ada,” tegasnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan