Terlibat Curas, Anggota Batalyon 120 Diringkus Polisi, Pakar Psikologi: Ini Menampar Wajah Wali Kota dan Kapolrestabes Makassar

  • Bagikan
Pakar psikologi UNM, Basti Tetteng

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Kasus kriminal jalanan masih menjadi Pekerjaan Rumah yang serius bagi Wali Kota Moh. Ramdhan Pomanto. Pasalnya, pembegalan dan perampokan oleh oknum anak muda masih kerap terjadi dan terus meresahkan warga.

Yang mencengankan, terdapat dua orang anggota Batalyon 120 yang diamankan Tim Resmob Polda Susel lantaran terlibat tindakan Curas (Perncurian dengan Kekerasan).

"Peristiwa ini membuktikan bahwa tidak ada kaitan antara pembentukan batalion 120 dengan berkurangnya kriminal di kota Makassar," ujar Basti Tetteng kepada fajar.co.id (18/9/2022).

Menurut Pakar psikologi UNM itu, malah ini menampar wajah Wali kota dan Kapolrestabes makasar itu sendiri,  bahkan bisa jadi masyarakat semakin mencurigai ada maksud lain dibalik pembentukan batalion 120.

"Kalau memang pemerintah mau serius menangani persoalan meningkatnya kriminal  maka mestinya  pemerintah dan aparat kepolisian melibatkan masyarakat sipil dan akademisi secara transparan," tegas Basti.

Lanjut Basti katakan, mulai dari mendiskusikan pembentukan wadah yang tepat,  program pembinaan yang dirancang secara terstruktur dan berkesinambungan, melibatkan ahli dari berbagai ahli dibidangnya, mulai psikolog, sosiolog dan hukum.

"Program Walikota "Anak Lorong" sebetulnya bisa jadi alternatif pembinaan anak-anak bermasalah,  karena berada di tengah lingkungan masyarakat langsung,  masyarakat bisa dilibatkan mengidentikasi, membina, dan mengawasi. kalau  perlu dilakukan secara intensif dan ekspansif di daerah perbatasan seperti Gowa dan Maros," tandasnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan