AHY Sindir Rezim Jokowi ‘Gunting Pita’, PDIP Singgung Jembatan Suramadu: Digagas Soeharto, Dibangun Megawati, dan Diresmikan SBY

  • Bagikan
SBY dan AHY

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Anggota DPR RI Fraksi PDI-P Lasarus menanggapi pernyataan ketua umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyindir pemerintahan Jokowi hanya gunting pita terkait infrastruktur yang dibangun era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Lasarus mengatakan, setiap pemimpin ada masanya. Sehingga dia menilai tidak elok untuk membanding-bandingkan.

"Kenapa harus diperdebatkan, setiap jabatan ada masanya. Pemimpin-pemimpin sebelumnya nggak pernah ada tuh ada yang klaim keberhasilan penerus-nya," ucap Lasarus dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin 19 September 2022.

Menurut Lasarus, pemerintahan melakukan pembangunan itu berkesinambungan. Pembangunan Infrastruktur yang diteruksan pemerintah berikutnya, itu hal biasa.

Oleh sebab itu, Lasarus heran, dengan pernyataan AHY yang menilai, pemerintah Jokowi harus berterimakasih kepada era SBY.

Dia kemudian menyinggung jembatan Suramadu yang dibangun di era Megawati dan diresmikan oleh SBY.

"Jembatan Suramadu, itu digagas Pak Soeharto. Yang bangun Ibu Megawati, dan yang meresmikan adalah SBY. PDIP nggak ribut tuh SBY tinggal gunting pita saja," ucap Lasarus Ketua Komisi V DPR RI

Ia menambahkan, sudah sewajarnya jika program atau kebijakan yang bagus diteruskan.

"Kalau memang programnya bagus ya pasti dilanjutkan. Proyek Hambalang sampai sekarang masih terbengkalai karena memang bermasalah," ucapnya.

Lasarus kemudian membandingkan pembangunan era SBY dan Jokowi berdasarkan data. Untuk jalan tol, Presiden Keenam RI SBY berhasil membangun tol sepanjang 189,2 km sepanjang waktu 10 tahun.

Presiden Ketujuh RI Joko Widodo, dalam 8 tahun kepemimpinan-nya, berhasil membangun jalan tol sepanjang 1.762,3 km. Bahkan, Jokowi masih menargetkan untuk menyelesaikan pembangunan 750 km jalan tol pada dua terakhir pemerintahannya, yakni 2023 dan 2024.

Selain jalan tol, Jokowi berhasil menyelesaikan seluruh bendungan yang konstruksinya dimulai di era SBY, tepatnya 18 bendungan. Jokowi juga diketahui membangun 12 bendungan sehingga total ada 30 bendungan yang selesai dibangun sejak Jokowi menjabat.

Lasarus juga mengatakan, ada 29 bandara yang dibangun di masa pemerintahan Jokowi. Presiden Jokowi pun masih menargetkan 9 konstruksi bandara lagi yang akan selesai pada 2023, sebelum periode kepemimpinan berakhir. Baik bandara baru maupun revitalisasi.

"Kita ketahui saat ini pembangunan di desa sangat pesat. Dari ujung barat sampai timur, tanah Papua. Semua merata," papar Lasarus.

Komisi V DPR mencatat, infrastruktur desa yang berhasil dibangun di era Jokowi, antara lain 1.597.539 meter jembatan, 1.474.544 unit air bersih desa, 501.054 unit irigasi desa, 12.297 pasar desa, dan 42.357 posyandu.

"Saya jadi pimpinan Komisi V DPR sudah lama, sudah 15 tahun. Jadi saya tahu dari masa ke masa bagaimana pemerintah menyusun program dan anggaran. Di situ bisa terlihat seperti apa kebijakannya," tutur Lasarus.

Banyak pakar yang menyatakan, pencapaian pembangunan di era Jokowi melampaui pembangunan infrastruktur pemerintahan Indonesia lainnya. Lasarus menegaskan, pembangunan infrastruktur pada era pemerintahan Jokowi berjalan 'on the track' dan itu terlihat bagaimana dalam survei-survei kepuasan publik sangat besar kepada Jokowi, khususnya di bidang pembangunan infrastruktur.

"Presiden Jokowi benar-benar membangun dari pinggiran, dan semua merasakan keberhasilan-nya, dari orang kota sampai orang-orang di pelosok desa," kata Lasarus menegaskan. (FIN)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan