Azis Subekti Sentil Mahfud MD Soal Islamofobia di Instansi Pemerintahan

  • Bagikan
Menko Polhukam Mahfud MD

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Wakil Sekretaris Partai Gerindra Azis Subekti mengunggah video pemaparan Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi yang menurutnya memuat unsur Islamofobia. Pemaparan itu berlangsung di IPDN pada Juni 2022 lalu.

Melalui unggahannya itu dia, menandai akun Twitter Menko Polhukam Mahfud MD. Mempertanyakan islamphobia di instansi pemerintahan.

“Pak @mohmahfudmd apa ini bisa dikategorikan islamophobia di tubuh institusi pemerintah ?,” ucapnya dalam akun twitternya, Senin, (19/9/2022).

Menurutnya, penyampaian narasi Islah Bahrawi cenderung subjektif dan dapat memicu kesalahpahaman terhadap Islam

“Jelas cara menyampaikan narasi cenderung subjektif akan memicu kesalahpahaman terhadap Islam dan ini mengarah pada relativisme agama yang membahayakan semua agama,” sebutnya.

Dalam pemaparan itu, Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi menyampaikan ketika Densus 88 menangkap 22 terduga teroris di Poso, Sulawesi Tengah.

Ada salah seorang pemuda belum berusia 17 tahun yang ia wawancarai.

“Ia ditangkap karena ia ingin melakukan aksi teror, melakukan latihan-latihan militer untuk naik ke gunung biru, menggantikan kelompoknya Ali Kalora yang sudah dihabisi,” tuturnya.

Dari hasil interogasi kata dia, pemuda yang merupakan siswa SMA 1 Poso ini memiliki akademik yang bagus.

Namun, anak itu berhenti dari sekolah karena memiliki pandangan bahwa sekolah dibangun oleh negara Toghut, dengan biaya-biaya dari uang riba.

Kemudian kedua, dia mengingatkan mahasiswi Gunadarma, Zakiah Aini yang juga meyakini bahwa bank itu riba maka semua dipandang riba termasuk jalanan aspal, gaji pegawai hingga KTP yang melibatkan bank dianggap haram.

  • Bagikan