Demokrat Sindir Anak Buah Megawati: Tidak Perlu Terlalu Reaktif, Kecuali Merasa Skenario Jahatnya Ketahuan

  • Bagikan
Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menjelaskan makna pidato SBY di Rapat Pimpinan Nasional atau Rapimnas pekan lalu.

Menurutnya, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu hanya mengingatkan agar aspirasi rakyat janganlah dihalang-halangi. Karena sejatinya rakyat menginginkan lebih dari dua pasangan calon yang berlaga di Pemilihan Presiden 2024.

"Namanya Bapak Bangsa, wajar saja kalau beliau mengingatkan, agar para elite politik tidak berupaya mengamputasi harapan rakyat. Apalagi, dengan cara-cara yang tidak Demokratis dan menyalahgunakan kekuasaan," jelas Herzaky menanggapi tudingan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/9/2022).

Herzaky juga mengingatkan pihak-pihak lain untuk tidak terlalu reaktif dan merasa tersindir dengan pernyataan SBY. Kecuali jika memang pihak tersebut merasa skenario jahatnya terbongkar.

"Tidak perlu terlalu reaktif. Apalagi mengumbar hoaks dan fitnah. Kecuali, kalau memang merasa skenario jahatnya ketahuan," ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY sedang memainkan strategi playing victim.

Respon tersebut dalam rangka menyikapi pidato SBY di hadapan kader Demokrat soal ada upaya pihak tertentu yang menjegal partai di luar pemerintah mengusung calon presiden dan calon wakil presiden (capres dan cawapres) di Pilpres 2024.

"Itu bagian dari strategi playing victim-lah, karena itu juga dimainkan oleh Pak SBY pada 2004," kata Hasto dalam konferensi pers secara daring, Minggu (18/9).

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan