Pemecatan Resmi Ferdy Sambo Tunggu Tanda Tangan Jokowi

  • Bagikan
Sidang kode etik Ferdy Sambo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Majelis hakim banding sidang etik menolak permohonan banding yang diajukan Ferdy Sambo.

Hakim banding yang diketuai Irwasum Polri Komjen Pol Agung Budi Maryoto menguatkan putusan sidang etik pertama.

Yakni pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) atau pemecatan terhadap Ferdy Sambo.

Berkas putusan memori banding Ferdy Sambo tak lama lagi akan dikirim ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Diketahui pemecatan seorang perwira tinggi harus ada tanda tangan presiden.

Setelah Jokowi meneken surat keputusan pemberhentian, maka Ferdy Sambo akan resmi bukan lagi anggota Polri.

Dengan pemecatan tersebut, Sambo akan kehilangan gaji dan tunjangan yang selama ini diperoleh dari Polri.

Sesuai Peraturan Pemerintah No 17 Tahun 2019, Ferdy Sambo termasuk golongan IV dengan pangkat inspektur jenderal polisi. Besaran gajinya berkisar antara Rp 3.393.400 hingga Rp 5.576.500.

Selain gaji, anggota Polri juga menerima tunjangan suami/istri, tunjangan anak, tunjangan pangan/beras, tunjangan umum, dan tunjangan jabatan struktural/fungsional.

Secara khusus, berdasarkan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perkap) Nomor 13 Tahun 2015 tentang Tata cara Pemberian Tunjangan Kinerja bagi Pegawai di Lingkungan Polri, Ferdy Sambo tergolong dalam kelas jabatan 17.

Sebagai perwira tinggi dengan pangkat Irjen atau bintang dua, Ferdy Sambo selama ini mendapat tunjangan kinerja (tukin) sebesar Rp 29.085.000.

Sebelumnya, Majelis hakim banding sidang etik menolak permohonan banding yang diajukan Ferdy Sambo.

  • Bagikan