Pengamat Minta Pemkot Makassar Tinjau Ulang Penerapan Ojol Day

  • Bagikan
ILUSTRASI: ojek online (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pengamat Transportasi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Nur Syam menilai program ojol day masih perlu ditinjau dari sisi yang lebih luas dan jangka panjangnya.

Pasalnya kebijakan ini dinilai hanya menyelesaikan sebagian kecil dari masalah yang ada.

Meski membantu ekonomi dan penerapannya berjalan efektif, namun ini justru tak menyelesaikan persoalan yang sama pentingnya, yaitu masalah volume di jalan.

Volume kendaraan yang ditekan itu sifatnya hanya di hari tertentu. Tak menyentuh keseluruhan.

Di samping itu memberikan kebijakan khusus pada satu sarana transportasi akan membuat sarana transportasi umum lain akan tersisihkan.

Selain itu, hal ini sangat rawan memicu adanya kecemburuan sosial. Sehingga sangat wajar pusat mempertanyakan kebijakan itu.

"Ini kan lambat laun dapat menimbulkan kesan diskriminasi yang menjadi persoalan sosial di masa mendatang," ujar Nur Syam.

Di satu sisi, ojol yang bergerak bersamaan untuk melakukan pelayanan para pegawai pada hari tertentu, juga dapat menimbulkan persoalan kemacetan.

"Apakah kebijakan tersebut sudah secara matang? Karena ini juga akan menimbulkan permasalahan lalu lintas," tegasnya.

Menurutnya alih-alih memikirkan satu pihak, lebih baik memikirkan bagaimana pengalihan kendaraan pribadi ke kendaraan umum.

Hal ini kata dia juga mampu menyelesaikan persoalan BBM, sekaligus menyelesaikan masalah lalu lintas dan polusi udara perkotaan.

"Pemakaian BBM yang boros, kemacetan, polusi udara dan lain-lain, semestinya yang selalu dipikirkan atau diupayakan, bagaimana masyarakat beralih dari angkutan pribadi ke angkutan umum," tandasnya. (selfi/fajar)

  • Bagikan