Perempuan Berani Bersuara di Media Sosial Jadi Bahasan di Talkshow Makin Cakap Digital

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, TERNATE-- Julia Kristeva, seorang pemikir wanita Perancis pernah mengatakan bahwa pertanyan tentang peran sosial wanita adalah pertanyaan tentang "reposisi" tanda-tanda. Kristeva melihat represi wanita di dalam masyarakat patriarki semata adalah masaalah konstruksi sosial dan kultural. Masyarakat patriarki yang menciptakan "posisi" ideologis bukan permasalahan hakikat perbedaan gender yang "given" (esensialisme).

Dengan demikian maka yang diinginkan Kristeva adalah semacam "revolusi bahasa", yaitu membuka katup kebebasan baik kepada pria maupun wanita untuk "berbicara". Kebebasan bagi kaum perempuan untuk berani "berbicara" di media digital di era kekinian adalah salah satu dari interpretasi kita atas pandangan Kristeva tersebut.

Management project literasi digital Maluku Utara pada Jum'at tanggal 16 September lalu menggelar Talkshow Makin Cakap Digital dengan mengusung tema Perempuan Berani Bersuara di Media Sosial.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemutaran film perdana karya para sineas muda dan konten kreator berjudul Udin dan Togel serta live music yang cukup menghibur para peserta dan tamu undangan yang hadir malam itu.

Para narasumber yang berpengalaman dan berkompeten memaparkan materi dengan cukup memukau audiens yang dipandu langsung oleh moderator Mardania Gazali, SH yang juga sebagai Project Assistant Literasi Digital Maluku Utara dan mantan Putri Kampus Maluku Utara tahun 2018.

Menurut Sarjia Samin Ibrahim, seorang perempuan muda dan juga konten kreator Maluku Utara dalam pemaparannya selaku narasumber mengatakan bahwa perempuan haruslah mampuh melindungi perempuan. Keresahan Sarjia atas realitas sosial yang terjadi pada sebagian kalangan perempuan dimana sesama perempuan sering terjadi sikap saling kurang mendukung atas sesama kaum perempuan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan