Soal Ambang Batas, Faizal Assegaf: Mestinya Koalisi Demokrat, PKS dan NasDem Berani Boikot Pilpres

  • Bagikan
Faizal Assegaf

FAJAR.CO.ID, JAKARTA—Kritikus Faizal Assegaf angkat suara soal ambang batas calon presiden. Menurutnya, jika koalisi trisula, yakni Nasdem, PKS, dan Demokrat memang menolak, mestinya berani boikoit pemilihan presiden (Pilpres).

“Mestinya, koalisi Demokrat, PKS dan NasDem berani memboikot Pilpres yang diklaim bakal terjadi kecurangan dengan menolak syarat 20% ambang batas,” jelas Faizal Asseggaf melalui akun Twitter pribadinya, Senin (19/9/2022).

Faizal Asseggaf mengatakan, jika ketiga partai yang telah bersepakat berkongsi tersebut tidak mengambil sikap untuk menghapus ambang batas, ia menilai mereka juga bagian dari kecurangan tersebut.

“Tanpa upaya menghapus 20% ambang batas Capres, maka Anies, Surya Paloh, Jusuf Kalla, SBY dan PKS telah ikut bersekutu melegalkan kecurangan,” tudingnya.

Joka memang menolak, kata pria yang akrab disapa Faizal ini bilang, Anies, Surya Paloh, Jusuf Kalla, SBY dan Ahmad Syaikhu sebenarnya bisa mendatangani Mahkamah Konstitusi.

“ Mengapa tidakk bersatu datangi MK untuk menolak 20% ambang batas syarat pencalonan Capres? Pemimpin yg jujur & amanah tdk dilahirkn oleh proses deal politik kompromi lintas elite melalui UU yg curang & tidak adil,” tambah Faizal.

Ketika SBY mengklaim bahwa 2024 bakal terjadi kecurangan & hanya dua calon yang diusung, lanjut Faizal, sejatinya SBY justru menjadi bagian dari kecurangan tersebut.

“UU yg membatasi 20% ambang batas, jelas adalah bentuk kecurangan dan tidak ada keberanian dari SBY dan mitra politiknya untuk melawan!,” ungkapnya.

  • Bagikan