Tegas! Kasat Lantas Polrestabes Makassar Akan Terus Lakukan Razia, Sasarannya Knalpot Bodong

  • Bagikan
Kasat Lantas Polrestabes Makassar AKBP Zulanda

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Merespon adanya komplain dari masyarakat terkait adanya pengendara motor dengan knalpot bodong yang kerap mengganggu di jalan, Kepolisian melalui Satlantas Porestabes Makassar menggelar razia pada Minggu (18/9/2022) sekira puku 03.00 Wita.

Total kendaraan roda 2 sebanyak 12 unit dan 20 unit roda 4 yang diamankan petugas. Menurut Kapolrestabes Makassar Kombes Budhi Haryanto, pelanggaran yang dikenakan adalah pasal 285, 297, 280, dan 283. 

"Itu yang dilakukan oleh rekan-rekan kita Lalu lintas terkait dengan adanya knalpot brong. Knalpot yang rekan-rekan dengar sangat mengusik telinga kita," terang Kombes Budhi (18/9/2022).

Sementara itu Kasat Lantas Polrestabes Makassar AKBP Zulanda menuturkan akan tegas membuat jera para pemilik kendaraan yang memasang knalpot brong tersebut.

"Kalau selamanya kita menahan berlama-lama kita langsung menginsafkan, copot knalpotnya, ganti sesuai standar, dan kita minta yang bersangkutan untuk berkomitmen untuk insaf," tegas AKBP Zulanda (18/9/2022).

Tambahnya, untuk knalpot, para pemilik mobil diberikan kesempatan untuk merusak knalpotnya sendiri. Agar tidak ada asumsi knalpot yang dirazia akan dijual kembali, sebab kondisinya sudah rusak. 

"Jadi tidak ada lagi yang akan menjadi inspirasi dari masyarakat bahwa ini knalpotnya akan dijual kembali. Dan, saya ingin nanti masyarakat ada yang punya informasi, kirim kepada saya. Saya akan melakukan tindak lebih lanjut. 

Sesuai dengan pasal Pasal 285 ayat (1) jo Pasal 106 ayat 3 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Untuk roda dua dan empat berbeda. Roda dua dendanya, Rp 250 ribu, sementara roda empat Rp 500 ribu. 

"Tapi sebagaimana kita ketahui, knalpot ini tidak ada yang seharga segitu. Rp 2 juta, Rp 3,5 juta. Saya sampaikan, tolong dimasukkan juga, saya memberikan waktu kepada seluruh pemilik kendaraan motor besar (Moge) 7 kali 24 jam wajib mendaftarkan dirinya apabila kendaraan tersebut belum terdaftar ke Samsat. 7 kali 24 jam," tegasnya sekali lagi.

Adapun untuk Moge (Motor gede) Minggu depan, AKBP Zulanda menekankan akan melakukan razia besar-besaran. Hal itu karena adanya moge yang lalu lalang di kota. 

"Kalau saya dapati Moge tersebut tidak memiliki surat-surat, maka saya akan tegak lurus. Saya pastikan saya tegak lurus. Siapapun itu, yang menelpon saya atau menghubungi rekan-rekan, bagaimana saya di sini. Kalau selagi saya lurus, tidak akan pernah dibengkok lagi," tandasnya.

Unutk sanksi, kata AKBP Zulanda, kalau dalam 7 hari tidak mendaftarkan dan ketika ditangkap, masih akan diberi kesempatan terakhir untuk daftar hari itu juga. Kalau tidak, atau dia tidak berkomitmen menyerahkan kendaraan untuk cek fisik untuk pendaftaran maka kendaraan tersebut akan diserahkan ke Reskrim sebagai tindak pidana kejahatan.

"Saya tidak pernah main-main untuk moge, bagaimana kita menertibkan masyarakat kecil, ketika mereka yang moge ini beraksi di jalan dengan tidak tertib. Saya sampaikan bahwa saya tidak pandang bulu," pungkasnya.

(Muhsin/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan