Dugaan Korupsi Impor Garam Industri, Kejaksaan Agung Bakan Umumkan Tersangka Pekan Ini

  • Bagikan
Jaksa Agung ST Burhanuddin. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas impor garam industri tahun 2016-2022 segera memasuki babak baru. Pasalnya, Kejaksaan Agung dijadwalkan mengumumkan tersangka pada pekan ini.

Namun, ketika dikonfirmasi, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana belum bersedia membuka identitas tersangka. “Kami akan lakukan rilis (penetapan tersangka) terkait impor garam. Kami akan sampaikan secara transparan dan terbuka. Tidak ada yang kami tutupi,” kata Ketut.

Dalam pengusutan perkara, Korps Adhyaksa terus memeriksa sejumlah saksi. Beberapa waktu lalu, tim penyidik memeriksa 2 orang saksi, yakni dari pihak swasta dan pejabat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“MM selaku Deputi Bidang Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI,” kata Ketut. Selain MM, ada juga PI selaku Plant Manager PT Cheetam Garam Indonesia.

Sebelumnya, Ketut menjelaskan, pada tahun 2018 terdapat 21 perusahaan importir garam yang mendapat kuota persetujuan impor garam industri sebanyak 3.770.346 ton, atau dengan nilai Rp 2,05 triliun tanpa memperhitungkan stok garam lokal dan stok garam industri yang tersedia. Dampaknya membuat garam industri melimpah.

“Para importir kemudian mengalihkan secara melawan hukum peruntukan garam industri menjadi garam konsumsi dengan perbandingan harga yang cukup tinggi, sehingga mengakibatkan kerugian bagi petani garam lokal dan kerugian perekenomian negara,” jelas Ketut.

Jaksa Agung ST Burhanuddin memastikan pengusutan kasus garam akan terus dilakukan. Pernyataan ini diungkapkan Burhanuddin usai menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

  • Bagikan