Ibu di Pinrang Racuni Anaknya Lalu Gantung Diri Gara-gara Utang, Ustaz Das’ad Latif Singgung Keberadaan Lembaga Zakat dan Infaq

  • Bagikan
Ustaz Das'ad Latief

FAJAR.CO.ID, PINRANG - Dai kondang asal Pinrang, Ustaz Das'ad Latif angkat suara soal tragedi ibu minum racun dan juga meracuni dua anaknya di Kabupaten Pinrang.

Dosen Komunikasi Unhas itu menyebut apa yang dilakukan ibu BR merupakan bentuk keputus asaan atas beban hidup yang dialaminya.

"Tragedi tanah bugis, ibu meracuni dua anaknya, dan dia pun mati gantung diri. Putus asa cara syaitan menyesatkan manusia," ujar Ustas Das'ad dikutip dari unggahan Instagramnya @dasadlatif1212A, Selasa (20/9/2022).

Ustaz Das'ad juga mempertanyakan keberadaan lembaga sosial seperi pengumpul zakat dan infaq yang tak bekerja maksimal dalam membantu kesulitan warga.

"Lembaga zakat dan infaq, jika berfungsi maksimal, menjadi solusi bagi umat yang terlilit utang, begitu juga saldo kas masjid bisa jadi solusi mengatasi utang kaum tak mampu," ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, rumah tangga Samad (40) harus kehilangan istri dan anaknya lantaran meminun racun. Istrinya BR (37) ditemukan tewas gantung diri. Bahkan, dua putranya yang masih belia, MD (8) dan MN (5), juga sudah ditemukan tidak benyawa pada Senin (19/9/2022).

Kapolres Pinrang AKBP Moh Roni Mustofa mengatakan, motif kematian tiga orang tersebut belum bisa disimpulkan. Kata dia, personel Satreskrim Pinrang tengah melakukan pendalaman.

”Iya benar, dugaannya bunuh diri. Anggota kami datang sekitar pukul 11 lewat. Jadi ibunya ini belum diketahui apakah bunuh diri atau dibunuh. Cuma kalau anaknya kemungkinan minum racun. Di sampingnya ada pestisida sama minuman seperti teh,” ujar Roni kepada fajar.co.id (20/9/2022).

Tambah Roni, ada dua kemungkinan yang saat ini bisa disimpulkan. Ketiganya dibunuh dengan motif seolah-olah bunuh diri, atau memang BR meracuni dua anaknya dan murni bunuh diri.

”Kami masih mengumpulkan bukti di lapangan. Motifnya belum bisa disimpulkan sekarang, kami tidak mau buru-buru. Tapi bisa saja dia dibunuh dengan rekayasa bunuh diri atau memang murni bunuh diri,” bebernya.

”Kita ikuti saja nanti penyebabnya apa dan bagaimana. Biarkan anggota kami olah TKP dulu. Kalau barang buktinya, ada buku-buku, racun, hand phone, dan talinya,” sambungnya.

Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Muhalis mengatakan, dugaan kuatnya bunuh diri. Motifnya juga diduga kuat persialan lilitan utang.

”Sepertinya bunuh diri, tapi masih kami dalami. Kalau motifnya, dugaan sementara kami ini persoalan hutang. Dia punya hutang yang sudah jatuh tempo tapi belum bisa dibayar,” jelasnya.

Kediaman BR terletak di Kelurahan Fakkie, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang. Jaraknya sekitar 5 kilo meter dari Kota Pinrang. Waktu tempuhnya sekitar 10 menit kurang lebih.(Muhsin/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan