Ingatkan Mahfud MD, Pengacara Lukas Enembe: Kalau Mau Meneduhkan Papua, Jangan Bikin Pernyataan Menyesatkan

  • Bagikan
Tim kuasa hukum Gubernur Papua didampingi Juru Bicara Gubernur M Rifai Darus saat memberikan keterangan persnya kepada wartawan di Jayapura, Senin (19/9). (Elfira/Cepos)

FAJAR.CO.ID, JAYAPURA – Kasus gratifikasi Rp 1 M yang melibatkan Gubernur Papua Lukas Enembe berbuntut panjang. Hingga Seorang Mahfud MD dalam siaran persnya menyampaikan kasus yang menjerat Gubernur Papua bukan hanya terkait dugaan gratifikasi melainkan ada beberapa kasus lainnya yang kini masih terus didalami. Di antaranya berkaitan dengan dana pengelolaan Pekan Olahraga Nasional (PON) hingga dugaan pencucian uang.

Terkait dengan penyampaian Mahfud MD tersebut, Tim Pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening menyebut pernyataan Menteri Koordinator Poltik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD sangat menyesatkan.

Tak hanya menyampaikan pernyataan sesat, menurut Roy konferensi pers yang dilakukan Mahfuf MD juga tak lazim karena didampingi salah satu pimpinan KPK.

“Kita nilai tidak wajar dan tidak lazim seorang pimpinan KPK bisa ikut konfrensi pers yang berkaitan dengan perkara ini. Konfrensi pers yang dilakukan Mahfud MD di luar perkara yang disidik KPK, dan kita menyayangkan statmen yang dikeluarkan bukan bagian dari pro justicia, masih sebuah opini dan butuh pendalaman,” kata Roy dalam keterangan persnya yang didampingi Juru Bicara Gubernur M Rifai Darus, Senin (19/9).

Roy menyatakan pihaknya tetap fokus pada penyidikan yang dituduhkan kepada Gubernur berkaitan dengan menerima gratifikasi Rp 1 M. Sementara untuk kasus yang lain belum bisa berkomenter karena belum ada faktanya dan belum masuk dalam ranah penyeldikan dan penyidikan.

“Saya meminta dengan hormat Mahfud MD agar upaya upaya seperti ini dihentikan, jangan memperkeruh suasana. Kita fokus menghormati penyidikan yang dilakukan KPK dengan mengatakan Gubernur sebagai tersangka karena menerima gratifikasi Rp 1 M, jangan kembangkan kasus lain karena belum ada pendalamannya dan belum ditentukan siapa tersangkanya,” paparnya.

  • Bagikan