Kemenkeu Turut Prihatin Atas Meninggalnya CPNS Bakamla RI Saat Pelatihan, Akan Melakukan Evaluasi

  • Bagikan
Ilustrasi CPNS Bakamla RI

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Viral seorang CPNS Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI), Muhammad Ary Adithya Hasibuan atau MAAH meninggal saat latihan Coast Guard Basic Training (CGBT)

Menanggapi hal itu, Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo mengaku prihatin.

“Pimpinan ⁦@KemenkeuRI⁩ sangat prihatin dan berduka amat dalam atas meninggalnya Sdr Ary Hasibuan. Kemenkeu akan mengevaluasi & memperbaiki kualitas/standar kerja sama dg pihak lain,” ujarnya dalam akun sosial medianya, Selasa, (20/9/2022).

Kementerian Keuangan kata dia juga akan menunaikan tanggung jawab terhadap keluarga korban secara baik sesuai ketentuan.

“Ibu Menkeu sdh menginstruksikan untuk dilakukan evaluasi kerjasama, khususnya skema bimbingan dan pelatihan yg proper utk anak2 PKN STAN yg ditempatkan di instansi lain,” tutur Prastowo.

Dia berharap agar peristiwa ini menjadi yang terakhir. Karena sudah cukup memilukan.

“Kiranya ini menjadi peristiwa terakhir. Cukup sudah kejadian yang memilukan ini terjadi. Kami menunggu hasil investigasi Bakamla dan akan terus berkoordinasi secara transparan dan akuntabel. Terima kasih kepada semua pihak yg menaruh perhatian pada kejadian ini. 🙏,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Keamanan Laut (Kabakamla) Laksdya TNI Dr Aan Kurnia pun membenarkan hal tersebut.

“Benar bahwa salah satu siswa CGBT Bakamla RI meninggal dunia saat menempuh pelatihan. Saya selaku Kepala Bakamla RI mewakili seluruh keluarga besar Bakamla RI menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya Ary Hasibuan,” kata Aan Kurnia dalam keterangannya, hari ini.

  • Bagikan