Mahfud MD Desak Lukas Enembe Bersikap Kooperatif, Natalius Pigai: Jangan Rasa Diri Kepala Negara

  • Bagikan
Natalius Pigai

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Aktivis Papua Natalius Pigai mendadak menyinggung Menko Polhukam Mahfud MD. Menurutnya, Menko itu hanya bisa memimpin Polisi dan Jaksa bagian dari kabinet.

"Jangan rasa diri kepala Negara," singgung Natalius dikutip dari unggahan twitternya, @NataliusPigai2 (20/9/2022).

Natalius membeberkan, tidak ada satu Undang-undang yang memberi kewenangan kepada Mahfud MD memimpin Lembaga Negara (State Auxiliary body).

"Intervensi Konyol melemahkan KPK, justru tuduhan motif politik dari LE (Lukas Enembe) makin menguat. Kasihan KPK," tandas Natalius.

Sebelumnya, setelah menggelar rapat bersama KPK, PPATK, BIN, Polri, Intelkam Polri, hingga Bais TNI pada Senin (19/9/2022), Mahfud MD meminta Gubernur Papua Lukas Enembe memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mahfud meminta kepada Lukas Enembe bersikap kooperatif. Gubernur Papua itu telah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus korupsi. Pria kelahiran 1967 tersebut telah terendus menerima gratifikasi Rp1 miliar.

Atas kasus tersebut, dia dipanggil KPK untuk diperiksa di Mako Brimob Polda Papua pada Senin (12/9/2022). Namun karena alasan sakit, Lukas Enembe tidak memenuhi panggilan pemeriksaan itu.

Menurut pengakuan juru bicara (jubir) Lukas Enembe, Gubernur Papua itu masih dalam kondisi tidak sehat. Kakinya masih bengkak, dan pita suaranya juga dikabarkan terganggu.

(Muhsin/fajar)

  • Bagikan