Mahfud MD Pimpin Konferensi Pers Kasus Lukas Enembe, Natalius Pigai: Intervensi Konyol Melemahkan KPK

  • Bagikan
Menko Polhukam Mahfud MD memimpin konferensi pers terkait dugaan korupsi Lukas Enembe di Kemenkopolhukam

FAJAR.CO.ID,JAKARTA—Mantan Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai sentil Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD yang memimpin konferensi pers soal kasus Lukas Enembe.

Hal tersebut disampaikan Natalius Pigai melalui akun Twitter pribadinya @Nataliuspigai2. Menurutnya, Mahfud MD melampaui kewenangannya sebagai Menko Polhukam.

“Tidak ada satu undang-undang yang beri kewenangan MMD (Mahfud MD) memimpin Lembaga Negara (State Auxiliary body),” Natalius Pigai.

Menko Polhukam kata Natalius Pigai, mestinya tidak punya kewenangan memimpin lembaga negara independen seperti Komisi Pemberentasan Korupsi (KPK) walau sekadar konferensi pers.

“Menko Polhukam itu hanya bisa mimpin Polisi dan Jaksa,bagian dari Kabinet jangan rasa diri Kepala Negara,” cetusnya.

Natalius Pigai bikang, dengan hadirnya Mahfud MD memimpin konferensi pers, malah berpotensi memunculkan spekulasi.

“Sebagai intervensi konyol melemahkan KPK, justru tuduhan motif politik dari LE (Lukas Enembe) makin menguat. Kasihan KPK,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan penetapan tersangka terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe murni tindakan hukum. Dia membantah bahwa kasus itu merupakan rekayasa politik.

“Kasus ini bukan rekayasa politik, tidak ada kaitannya dengan partai politik atau pejabat tertentu,” kata dia dalam konferensi pers, Senin, 19 September 2022.

Menurut Mahfud penegak hukum sudah mengendus kasus korupsi ini sejak lama. Menurut Mahfud, dirinya pernah menyinggung kasus ini pada Mei 2020. Saat itu, Mahfud mengatakan adanya dugaan 10 korupsi besar di Papua.

  • Bagikan